. >>>

13 Oktober 2010

Jangan Remehkan Narsisme Mereka

Internet dan Jejaring sosial memang sangat fenomenal. Boleh dikatakan bahwa Google, Blog, Facebook, Twitter, Youtube maupun situs web lainnya berkontribusi besar terhadap peradaban manusia saat ini. Begitupun harapan saya terhadap blog catatan yang mungkin tidak seberapa ini..hehe.

Zaman sekarang telah terjadi pergeseran pola interaksi sosial dengan kehadiran jejaring sosial. Keterlibatan orang-orang dalam dunia maya mulai menggantikan interaksi langsung dalam dunia nyata, meski batas dunia nyata seperti ikatan keluarga, hubungan kerja maupun praktek jual beli yang umumnya tetap harus berlangsung 'head to head'. Dunia maya kini mampu memangkas waktu, ruang dan biaya bagi sebahagian besar interaksi sosial.

Kepopuleran jejaring sosial melahirkan generasi dan kultur sebagaimana yang kerap disebut dengan Lebay, Alay dan Narsisme. Banyak pihak menilai bahwa dengan memiliki dan mengelola akun Facebook dan sejenisnya, mengupdate status, berkomentar terhadap status orang lain, mengupload foto diri dengan berbagai "style", mereview profil sendiri atau orang lain, menulis catatan, dan atau membuat tautan blog -katanya: adalah upaya user nya untuk menunjukkan eksistensi diri maupun 'pamer' kelebihan diri dengan menutupi kelemahan maupun ketidaksempurnaan di dunia nyata.

Banyak yang menilai negatif akan narsisme ini. Mereka menganggap situs jejaring sosial lebih banyak jelek ketimbang baiknya. Bahkan di sebagian kalangan pekerja perusahaan menganggap nge-blog dan 'fesbukan' suatu pemborosan dan "wasting time" yang merugikan perusahaan. Tidak sedikit orang yang kena sanksi dari tempat kerja lantaran komentar maupun postingannya di situs jejaring sosial.

Sesungguhnya begitu burukkah narsisme ini, salahkah mereka yang narsis? Jangan pula ditanya: dosakah mereka yang narsis? ( kat!!.., ini gak maksud ngehubungkan dengan agama, plis? )

Saya berpendapat bahwa ini kembali kepada kadar narsisnya. Memang ada narsisme yang cukup menggangu. Narsis itu sebenarnya bermanfaat pada kadar tertentu. Bahkan pernah saya baca ada satu penelitian untuk mengukur tingkat kenarsisan seseorang melalui analisa aktivitas dunia maya yang bersangkutan. "Indikator Tingkat Narsis" (ITN) ini dapat dipakai untuk menilai karakter maupun potensi seseorang untuk berkembang di masa yang akan datang. Beberapa perusahaan marketing maupun dunia 'entertain' modern telah menjadikan aktivitas Facebook sebagai salah satu informasi pendukung diterimanya seseorang menjadi pekerja.

Nah, hal seperti ini juga dapat kita implementasikan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa mempelajari karakter seseorang berdasarkan postingan maupun tingkat narsismenya. Hal ini dapat memangkas ruang dan waktu serta biaya dibanding apabila kita harus bertemu dan berkomunikasi langsung di dunia nyata. Tentu saja saya tidak bermaksud menggiring anda menjadi asosial dan 'kuper'. Pada strata sosial tertentu interaksi fisik di dunia nyata mutlak harus dilakukan, anda faham khan maksud saya?

Kembali kepada Narsisme itu tadi, bagi saya bukanlah pula menjadi satu-satunya alat untuk 'menjudge' seseorang. Orang bisa berbeda di dunia maya dengan di dunia nyata. Jadi menurut saya, adalah hak bebas setiap orang berekspresi di situs jejaring sosial. Itu bukan satu-satunya ukuran. Sama hal ketika kita memilih berteman dengan atasan, anak buah, orang asing, orang aneh,norak dan 'alay' sekalipun; artinya kita sudah siap dengan komentar maupun update status mereka di 'wall' maupun 'timeline'. Tugas kita adalah mengumpulkan potongan informasi remeh dan sinyal-sinyal yang bertebaran di situs jejaring sosial tersebut untuk kita olah menjadi satu kesimpulan ataupun penilaian yang "paling mendekati" sehingga bisa bermanfaat untuk kita maupun orang lain.

Mungkin,
Inilah salah satu alasan kenapa Facebook begitu digandrungi dan banyak orang narsis seperti saya 'masih' memelihara akun, meskipun jarang 'apdet setatus' menyangkut pribadi. Hehehe... Sekian.[*]

Tempat tidurku 131010 10:37 pm
Selengkapnya...

02 Oktober 2010

Mau Dibawa Kemana BINGUNG Ini?

Semakin banyak orang mengungkapkan keluhan dan kekecewaannya terhadap negara, karena semakin beratnya beban ekonomi maupun tidak membaiknya taraf hidup. Dalam setiap kesempatan pertemuan kumpulan mereka membicarakan habis tentang pemerintah dan kepemimpinan nasional saat ini yang katanya tidak peduli dengan rakyat kecil, pro dan kontra melihat elit sibuk mengurusi bargaining position dalam legislatif maupun eksekutif dengan adanya penggantian pejabat. Kasus bank century yang tidak jelas ending ceritanya, kasus cicak dan buaya, Markus dan isu jegal menjegal dan korupsi di institusi kepolisian, terbongkarnya kasus penyelewengan pajak oleh Gayus, belakangan muncul isu penyuapan yang melibatkan petinggi Bank Sentral.

Banyak pihak menilai kepemimpinan SBY jauh merosot dibanding ketika menjabat pada periode terdahulu. Hal ini semakin diperparah dengan sikap beliau yang terkesan lembek dalam menanggapi persoalan menyangkut kedaulatan negara dalam masalah penangkapan aparat polisi air kita di perbatasan RI-Malaysia.

Belakangan muncul masalah kebebasan beragama yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Apabila kita mendalami opini yang berkembang di kelompok masyarakat tertentu yang merasa tercederai, maka dapat kita temukan ungkapan kekecewaan emosional yang mengarah kepada bibit disintegrasi dan niat pemberontakan terhadap negara. Demikian juga halnya terhadap simbol-simbol negara semakin tidak mendapat penghargaan dari masyarakat. Hal ini tentu sangat disayangkan apabila penguasa dalam hal ini pemerintah tidak segera memperbaiki kinerja dan juga mengambil langkah.

Dapat kita lihat kecenderungan tindakan kekerasan dimana-mana. Perampokan, perkelahian antar kelompok, penyerangan massa terhadap kantor pemerintah maupun markas kepolisian. Saya membaca ada semacam gerakan terorganisir yang sedang bekerja di bawah tanah untuk mengarahkan negara ke dalam situasi yang tidak kondusif. Tujuannya supaya Rakyat semakin tidak merasa aman, sehingga kepercayaan terhadap negara dan pemerintah melemah. Pelakunya bisa dari luar yang melihat posisi strategis Indonesia dalam geopolitik dunia, atau bisa juga dari kelompok radikal dalam negeri yang bertolak dari ideologi tertentu, bahkan mungkin juga dari kelompok tertentu yang menginginkan kekuasaan menjelang suksesi kepemimpinan nasional di Pemilu 2014. Yang pasti saat ini saya tidak bermaksud untuk mengambil kesimpulan yang mengarah ke satu pihak tertentu.

Saya mau mengajak kita semua di masa sekarang untuk hati-hati membaca keadaan. Jangan hanya terlena dalam pemberitaan media yang tidak akan ada habis-habisnya mengulas kasus ke kasus lain yang sepertinya tidak berhubungan. Mungkin memang situasi membingungkan saat ini sangat sulit untuk mengambil sikap. Untuk itu teruslah membaca dan waspada. [*]
Selengkapnya...

12 Agustus 2010

Citaman Jernih

Aku tak habis pikir mengapa orang menyebut kawasan ini dengan nama itu. Dan memang sampai hari ini aku tidak juga mendapat informasi asal muasal nama ini. Aku memang tidak serius untuk tahu, sejauh ini.

Yang kutahu pasti, setiap pagi aku lebih suka melewati kawasan jalan ini menuju ke kantor tempatku mencari penghasilan. Selain karena jarak tempuh lebih dekat, aku memang telah termotivasi dengan kata-kata jernihnya, meski yang dilewati ada dua sungai namun sungai ini lebih tepat disebut sebagai parit comberan besar tempat semua aktivitas warga: mandi-cuci-kakus. Jelas airnya jauh dari kesan jernih. Hanya saja melewati kawasan Citaman Jernih di pagi hari akan mendapat berkah sinar mentari pagi yang cukup dan terhindar dari kemacetan.

Pabila di siang hari melintasi kawasan ini akan terlihat lengang dan sangat tenang. Didukung oleh keberadaan kebun sawit di salah satu sisi jalan. Tidak terlihat keramaian warga, mungkin sebahagian besar sibuk bekerja di tempat lain.

Demikian juga sore hari, perjalanan pulang akan terasa cepat sampai karena sangat jarang kemungkinan terhalang oleh kenderaan lain. Membawa rasa capai dan penat dari kantor tidak akan butuh waktu lama untuk segera ditelan oleh dedaunan kelapa sawit.

Agak berbeda situasinya sore tadi ketika aku melewati kawasan ini. Kiri kanan terlihat banyak pedagang berjualan macam-macam, banyak juga warga yang sepertinya antri menunggu pesanan makanan. Tiba-tiba saja terlihat banyak kerumunan pengendara motor disana sini yang sembarangan parkir. Jalanan pun terlihat lebih padat dari biasanya, sibuk dan semuanya buru-buru. Beberapa kali aku harus injak rem tiba-tiba oleh ulah pengendara sepeda motor yang umumnya dengan kecepatan tinggi menyalip dan memotong. Kenapa semua pengendara kelihatan agak galak dan beringas? Ada apa dengan Citaman Jernih ini?

Aku baru sadar kini setelah sampai di rumah, tadi di jalan itu sudah menjelang magrib. Hari pertama saat mau berbuka. Semua berburu waktu setelah mungkin satu hari penuh menahan lapar dan emosi.

Kuketik ini malam ini, dibayangi letupan petasan berbalas-balasan di luar pagar dan cekiki an anak-anak tanggung di komplek. Sekali lagi, ini tidak seperti hari biasanya. Harus lebih sabar menahan emosi dan ego diri.[*]
Selengkapnya...

13 Mei 2010

Prengky Sang Troubleshooter

"Preng, tolong donk liatin komputerku bermasalah nih", teriak Rita dari bawah tangga ke lantai dua memecah keheningan di kantor siang itu. Prengky yang berada di lantai dua tak bergeming sedikitpun dengan panggilan Rita. Matanya fokus kemonitor laptopnya seolah mengamati sesuatu. Sementara operasional di front office mulai kacau oleh karena printernya ngadat.

Printer error atau input data system bermasalah, itu memang sudah menjadi keluhan sehari-hari staff front office. Dan entah mengapa selalu masalahnya seputaran itu, tidak ada kemajuan, seharusnya orang front office sudah mengerti menangani troubleshooting windows XP. Atau mungkin memang Prengky sudah jenuh mengajari Rita Cs cara mengatasi masalah begituan.



Harus bagaimana, Rita memang susah mengerti mengatasi komputernya yang bermasalah. Dia yang diterima bekerja bermodalkan Ijazah SMK jaman dulu yang kurikulumnya andalannya keterampilan mengetik 10 jari kini hanya bisa mengetik di Microsoft Word dan sedikit Excel; save dan print, itupun diperoleh dengan belajar otodidak bersama kakak senior. Sebenarnya ia baru saja memperoleh gelar sarjana akuntansi komputer dari universitas lokal. Tetapi tampaknya kuliah malam selepas jam kerja itu tidak menambah wawasan maupun skill komputernya, hanya selembar ijazah dan label sarjana yang mungkin menambah Pede-nya terhadap karyawan baru yang umumnya sudah sarjana.

Prengky seorang sarjana informatika lulusan sebuah PT swasta ternama di Jakarta memang cukup lihai segala macam troubleshooting windows XP, belum lagi bahasa pemrograman C++, visual basic,database dan sistem jaringan Sql server dia kuasai, membuat dia diterima bekerja di perusahaanyang masih tergolong kecil tersebut sebagai staf IT satu-satunya.

Seharusnya sebagai orang timur tidak baik bersikap pelit dalam mengajari teman sekerja untuk persoalan yang tidak memerlukan ilmu pemrograman. Tetapi tidak demikian halnya dengan Prengky.
Mungkin baginya ilmu komputer itu sulit mendapatkannya, hingga ia cenderung malas berbagi ilmu dengan teman-temannya yang bukan jebolan informatika, atau mungkin ia takut teman-teman menjadi pintar sehingga tak butuh tenaganya lagi, layaknya sikap dokter umum di puskesmas yang cenderung hemat jawab jika ditanya oleh pasien Askes. Prengky juga cenderung pendiam dan lebih asik dengan laptopnya ketika karyawan lain sudah saling menyapa dan bersenda gurau di sela pekerjaan. Jika ditanya atau disuruh atasan Prengky akan lambat merespon. Teman sekerja Prengky suka "Bete" kalau sudah berurusan dengannya. Pada hasil poling penilaian sesama teman kerja semester lalu wajar saja kalau Prengky mendapat julukan "Rekan Kerja Paling Sulit diajak Bekerja Sama". Apa memang umumnya orang-orang IT begitu?, cenderung pelit dan sepertinya punya kesombongan intelektual.

Berkali-kali Rita memanggil Prengky tak digubris juga, berkali-kali pula teriakannya terdengar sampai ke ruangan Bagas- Kepala Kantor. Jelas Bagas terusik dengan situasi demikian. Bagas mulai menangkap kondisi ini sejak adanya kebijakan pengadaan sambungan speedy di kantor, terlihat Prengky memang lebih dominan di ruang kerjanya yang sebenarnya cukup sempit dan kurang nyaman bagi manusia karena dipenuhi dengan komputer dan monitor server. Apalagi dengan paket unlimited speedy ternyata membuat Prengky sebagai satu-satunya administrator penguasa jaringan dimanjakan. Tidak banyak karyawan yang tahu akan melimpahnya fasilitas gratis yang tidak terlihat mata ini.

Sadar akan situasi ini Bagas mencoba naik ke atas menuju ruangan Prengky dan menyapanya.
"Pa kabar, Preng sudah makan siang blum ?", ujar Bagas memulai pembicaraan.
" Oh, Pak Bagas, sudah pak?", Prengky sedikit terkejut dengan kedatangan bos nya.
"Enak makannya tadi?", lanjut Bagas.
"Enak Pak, ehh biasa aja pak, memangnya kenapa Pak?", Prengky sedikit keheranan.
"Oh gitu ya, lantas ini kamu sedang ngapain?", tanya Bagas kembali.
"Sedang ngecek email masuk, Pak", jawab Prengky sedikit gugup.
"Bagus, bagus, tapi ngecek email kog serius kali nampaknya? ", Pak Bagas terus bertanya.
"Anu Pak, sambil donlod lagu MP3 terbaru", Prengky mulai gelisah.
"Makan siang sudah, donlod lagu MP3 enak juga ya, hmm.. bisanya kau tenang duduk disini sementara teman2 mu memanggil dan kasak kusuk di front office ya?", kali ini suara Pak Bagas meninggi dan tajam.
"Oh itu,maaf Pak, sbentar Pak saya segera ke bawah," ujar Prengky sembari berlalu dengan muka memerah.
Setelah Prengky berlalu, Bagas menuju meja anak buahnya dan mengecek laptop itu.
Di desktop screen-nya memang menunjukkan inbox mail yahoo, tetapi dibagian sidebarnya masih terlihat aplikasi yang diminimize yaitu game online "Mafia Wars", sementara di posisi hidden terlihat Internet Download Manager yang masih aktif donlod konten dari sebuah situs dengan nama file "Miyabi_xXX.avi". Apapun itu, meski kurang melek internet Bagas merasa downloading itu adalah sesuatu yang kurang wajar, ia hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah anak buahnya. "ckk..ckk, ini anak memang menyebalkan banget", ujar Bagas dengan kesal hati sembari mereset saklar tombol Wi-Fi. Muncul error pada screenshot " Wireless Network Connection is not connected!" dan pada browser yang sebelumnya tampilan inbox Yahoo kini muncul pesan "The page cannot be displayed".[*]

Prb, 13/05/10
Post under
http://simahir.blogspot.com
http://bit.ly/bsPfHg
Selengkapnya...

05 Mei 2010

Hot Lady




"Pa, mama sedih bgt, Hot Lady sdg sekarat, skrg hampir mati, Papa tlg telp ksini skrg, mama khabisan pulsa".
Demikian isi pesan singkat dalam ponsel Pak Joni kiriman istrinya, membuat Joni tersentak seketika.

"Apa pulak lah ini ?",pikir Joni merasa terusik ditengah kesibukan meladeni dering telepon yang sejak reses makan siang tadi tidak pernah berhenti. Bergantian telepon dari orang berbeda, baik costumer maupun staff lapangan anak buah pak Joni, muaranya bertanya soal hasil keputusan aplikasi permohonan kredit mereka apakah diaprove atau direject?
Sementara diatas meja kerja Joni bertumpuk berkas yang antri menunggu direview. Ditambah lagi berkas laporan dari supervisor terhadap pencapaian target personil yang segera harus diberi judgement karena menyangkut insentif bulanan. Joni terjebak kini dalam kelabakan dan kata yang namanya Deadline.

"Hot Lady? Sekarat? Hampir mati?". Joni mencoba mencerna isi sms itu. Seingat Joni di rumah hanya ada inong/ibunda, istri dan kedua anaknya-si kecil Nora dan adeknya yang masih bayi berumur 2 bulan. Selain itu tidak ada PRT, kucing atau anjing peliharaan lainnya juga Joni tak punya.
"Siapa Hot Lady ? Ahh..jangan-jangan maksud istriku adalah si kecil Nora", tapi Joni merasa tidak pernah mendengar istrinya memanggil si kecil Nora dengan sebutan Hot Lady.
"Apa maksudnya ibunda?". Pikiran Joni semakin tidak tenang meski ia ragu kalau istrinya menyebut ibu mertuanya dengan sebutan 'Hot Lady'. Setahu Joni ibundanya sangat akrab dengan istrinya, dan istrinya sangat hormat dan santun dengan ibu mertuanya, mereka tidak pernah terdengar berselisih paham.

Joni segera meraih ponsel itu dan mendial-up nomor istrinya.
" Halo Ma, apa kabar kalian baik-baik aja semua?".
"Baik Pa, si kecil baik, adiknya juga lagi tidur i kamar", jawab istrinya.
"Oh syukurlah, lalu Inong mana, ada apa dengan ibunda Ma?",susul Joni semakin penasaran.
"Inang? Baik-baik aja Pa, inang barusan keluar ke rumah tetangga sebelah".
"Loh, jadi itu tadi maksud SMSnya mama apa, cuman akalan supaya papa telpon mama ya."
"Oh itu, benar kog Pa, mama lagi sedih ngeliat kondisi si Hot Lady, tadi pagi dikerjaian sama si kecil".kata istrinya.
"Hot lady siapa sih, Ma?". tanya Joni semakin keheranan.
" Itu Pa, Hot Lady itu bunga kesayangan mama yang ada di pot merah di teras depan".
" Oalah Ma, rupanya hanya bunga. Kog disebut Hot Lady sih Ma?". Joni malah ingin mentertawakan istrinya.
" ya itu Pa, namanya memang Hot Lady, masih spesies dari Aglaonema Gregori Garnadi yang mahal itu Pa, tadi pagi dicabut sama si kecil, baru siang aku lihat sudah layu, sedih mama udah capek ngerawatnya tau gak Pa."
"Hahaha..ya biarin deh ma, Gue kagak pikirin." Jawab Joni
" Loh, kog gitu sih ngomongnya Pa?"
" Ah sudahlah ma, papa lagi sibuk sekarang lagi banyak kerjaan, malas bahas yang beginian. Udahan ya Ma." Beep..koneksi diputus, Joni hanya geleng-gelng kepala dengan jawaban istrinya.

Joni Kini teringat si kecil Nora dan ulahnya. Sudah kedua kali ini ia mencabut tanaman bunga si mama yang tak seberapa itu.
" Anakku..anakku.Lanjutkan nak kreatifitasmu, supaya mama kita berhenti dan tidak gila dengan yang namanya Hot Lady sialan itu". Ujar Joni sembari membuka berkas di mejanya. welcome to deadline. [*]

Prb 05/05/2010
Post under www.simahir.blogspot.com
Also http://bit.ly/bsPfHg
Selengkapnya...

29 April 2010

Tumagon Matolbak Unang Matolpik

Peribahasa diatas sering diucapkan oleh orangtua dalam suku Batak. Mungkin generasi "MTV" batak jaman sekarang agak sulit mengartikan peribahasa tersebut.




'Matolbak' dan 'Matolpik' pada dasarnya adalah suku kata yang menerangkan kondisi pecahnya sebuah benteng kolam ataupun pematang sawah. Istilah ini dapat juga dipakai pula terhadap barang pecah belah layaknya gelas atau keramik.
"Matolbak" =pecah dalam skala yang besar
"Matolpik" = pecah secuil atau sebahagian kecil
Gelas yang 'matolpik' tentu akan kurang enak dipandang mata, begitupun jika disuguhkan untuk tamu yang akan minum. Juga terhadap gelas yang 'matolbak' tentu tidak dapat dipakai sama sekali.

Kembali ke peribahasa "Tumagon Matolbak unang Matolpik", ini merupakan sebuah ironi dalam sikap dan kebiasaan masyarakat kita.

Pernahkah anda mengalami kondisi gigi berlubang? Ada kecenderungan pada masa-masa awal timbulnya lobang pada gigi kita kerap mengabaikannya dan merasa enggan ke dokter gigi karena alasan biaya. Barulah ketika gigi berlobang tersebut sudah terasa sakit dan berdenyut kita akan uring-uringan mengetuk praktek dokter gigi tanpa kenal waktu dan dengan kesediaan membayar harga berapapun demi menghilangkan derita sakit gigi tersebut.

Sikap seperti ini juga kerap terjadi dalam lingkup masyarakat maupun pemerintah kita. Banyak sarana, prasarana dan fasilitas umum yang cenderung dibiarkan tidak terawat. Banyak juga contoh kasus yang terjadi; kasus banjir bandang di Langkat, kecelakaan pesawat udara, kebakaran hutan seharusnya tidak perlu terjadi apabila masyarakat sadar dan pemerintah menjalankan mekanisme dan anggaran untuk pencegahan bencana.

Saya prihatin dengan kondisi Danau Toba sebagai salah satu ikon dan identitas "Bangso Batak" saat ini. Terlihat tidak ada upaya pemeliharaan dan pelestarian alam dari masyarakat sekitar danau. Yang masih terjadi adalah ekploitasi tak terarah sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan, mungkin mereka tidak salah besar karena mereka harus tetap hidup dan makan.
Saya tidak tahu apakah ada program Pemkab setempat untuk itu. Seharusnya ada konsensus ataupun kolaborasi Pemkab di sekitar Danau Toba untuk membuat program pemeliharaan/penanggulangan dari pencemaran. Lebih baik menyisihkan sedikit beban biaya dari APBD saat sekarang dibanding cost yang lebih besar untuk mengembalikan alam danau toba di masa depan.
Tetapi kembali,siapa yang perduli? sepertinya pribahasa "tumagon matolbak unang matolpik" masih menjadi jargon pilihan.[*]

Prb.28/04/2010
Also available at www.simahir.blogspot.com http://bit.ly/bsPfHg
Selengkapnya...

23 April 2010

formspring.me

Ask me anything http://formspring.me/simahir Selengkapnya...

18 April 2010

Tinting Parhepengon

"Dijalo do hamauliateon sian amanta TEN dohot SKM,disiala mangido tangiang jala dukungan nasida hombar tu pencalonan bupati dohot wakkil bupati S**gai tu Pilkada naeng tupa di tanggal 12 Mei 2010, dipasahat tu huria godangna 3juta Rupia.
Di hamu amang dohot inang talehon ma rohanta be lao mansukseshon pencalonan ni nasida i, mauliate"



Begitulah isi dari sebagian 'Tinting Parhepengon' dalam warta jemat yang dibacakan salah seorang Parhalado di acara kebaktian di gereja H**P di tempatku berdomisi siang tadi.

Terlepas dari Pro atau Kontra terhadap pasangan penyumbang tersebut, saya pribadi merasakan ada sesuatu yang tidak pada tempatnya sehingga saya merasa terganggu hingga tak memperoleh hikmad dan kenyamanan dalam melanjutkan ibadah saya pada saat itu.
Bagaimana dengan penilaian kalian 'hamu akka dongan sahaporseaon'?
[*]
Selengkapnya...

02 Maret 2010

KISRUH

Ricuh, Kisruh..
Hasil yang mungkin sungguh di luar dugaan terhadap proses rapat paripurna DPR mengenai Pansus Century kemarin.

Banyak pihak menyayangkan keputusan yang diambil oleh pimpinan sidang DPR untuk menutup siding secara tergesa-gesa, sehingga memicu kekisruhan dalam rapat tersebut.

Terlepas dari kontroversi ataupun sikap yang diambil oleh pimpinan rapat, saya melihat opini yang berkembang di media dan masyarakat umum cenderung mencela terjadinya kekisruhan tersebut. Banyak kalanga menilai bahwa kisruh dan perseteruan seoalah sesuatu yang sangat tabu dan tidak pantas dilakukan oleh politisi di DPR.

Di sisi lain para anggota DPR mulai sibuk angkat bicara baik yang pro maupun kontra dengan berbagai argument serta permainan kata-kata sebagai upaya pembenaran akan terjadinya kekisruhan tersebut.

Saya melihat, bahwa sesungguhnya tidaklah terlalu penting saat ini untuk mempersoalkan atau bahkan memperlebar kekisruhan tersebut, karena kisruh merupakan resiko potensial yang melekat dalam setiap proses rapat atau persidangan khususnya dalam hal ini persidangan untuk level DPR RI. Kejadian serupa di parlemen daerah maupun parlemen di Negara lain adalah bukti empiric yang dapat kita ambil.

Persoalan lebih serius dan penting saat ini adalah bahwa rakyat rakyat Indonesia sedang menanti kesimpulan DPR dan kebenaran atas kasus Century tersebut. Alangkah naifnya jika kebenaran itu justeru kandas oleh karena adanya proses bargaining politik ataupun terjadinya pembelokan isu dan perhatian hanya karena sebuah kekisruhan yan mungkin saja oleh sebuah rekayasa sekelompok pihak yang mau mengambil keuntungan dari kekisruhan tersebut.

Menarik untuk melihat apa kelak yang terjadi ketika DPR sampai pada kesimpulan akhir baik opsi A ataupun opsi C. Bahkan ketika opini terbangun bahwa harus ada yang bertanggung jawab setidaknya yang dikambing hitamkan terhadap bailout century yang menghabiskan dana Rp. 6, 7 Trilyun tersebut. Kasus ini akan masuk ke dalam ranah hukum yang tentunya akan menguras energi dan waktu yang lama.
Kita boleh saja mengakui bahwa baik pemilik bank Century, pengambil kebijakan bailout menteri keuangan serta pejabat tinggi BI serta politisi di Pansus Century maupun anggota DPR lainnya adalah orang-orang pintar dan lebih encer otaknya dalam berkata-kata. Ketika berhadapan dengan persoalan hukum maka akan banyak argument maupun pembenaran diri. Belum lagi masih banyaknya mafia hukum yang mempermainkan rasa keadilan di Negara ini. Bisa ditebak, ketika masuk ranah hukum/pengadilan maka kasus Century ini akan semakin abu-abu.

Tetapi percayalah bahwa rakyat dari golongan terbodoh dan tak berotak encer sekalipun masih punya nurani dan logika serta memiliki cara untuk memperjuangkan kebenaran menurut ukurannya sendiri.

Kita dapat melihat riak-riak aksi mahasiswa dan elemen masayarakat di daerah maupun di luar gedung DPR yang sudah sejak lama gerah dan terlebih dahulu kisruh.

Jika kebenaran sudah digelapkan oleh kekisruhan dan permainan mereka yang pintar dan berotak, maka kekisruhan oleh karena berkelahi secara otot adalah konsekwensi yang sulit terhindarkan dalam masyarakat kita. Hidup Rakyat!

Selengkapnya...

15 Februari 2010

formspring.me

Teman2.. silahkan tanya apa saja tentang aku di; http://formspring.me/simahir Selengkapnya...

09 Januari 2010

What's our life would be?


Sesungguhnya manusia dilahirkan ke dunia ini bersih seperti kertas putih. Tinggal bagaimana kita mengisi hidup ini dengan goresan pengalaman dan menerima pengaruh lingkungan sekitar. Itulah mungkin pesan yang hendak disampaikan oleh anakku melalui lukisan pertamanya hari ini di usianya yang masih 1 tahun 2 bulan. Mungkin anda boleh katakan goresan itu tak berarti apa-apa. Tapi aku mau memberi apresiasi kepada anak itu dengan menampilkan di blogku ini. Setidaknya goresan itu menggambarkan semangat dan keliaran ingin tahunya seperti liarnya sinyal frekwensi wi-fi.[*]
Selengkapnya...

02 Januari 2010

How Low can You Go?


Bukan hanya soal percikan air terjun yang menyejukkan. Ketika kamu berhasil ke dasar adalah kenangan yang tak akan terlupakan. Meniti ratusan anak tangga sejauh 1km dan track curam berkelok tentu menguji engkel lututmu, mungkin akan membuat niatmu ditantang untuk datang kembali kesini . Sipiso-piso Waterfall,Tongging-Sumut[*]
Selengkapnya...

Ada kesalahan di dalam gadget ini