. >>>

13 Mei 2010

Prengky Sang Troubleshooter

"Preng, tolong donk liatin komputerku bermasalah nih", teriak Rita dari bawah tangga ke lantai dua memecah keheningan di kantor siang itu. Prengky yang berada di lantai dua tak bergeming sedikitpun dengan panggilan Rita. Matanya fokus kemonitor laptopnya seolah mengamati sesuatu. Sementara operasional di front office mulai kacau oleh karena printernya ngadat.

Printer error atau input data system bermasalah, itu memang sudah menjadi keluhan sehari-hari staff front office. Dan entah mengapa selalu masalahnya seputaran itu, tidak ada kemajuan, seharusnya orang front office sudah mengerti menangani troubleshooting windows XP. Atau mungkin memang Prengky sudah jenuh mengajari Rita Cs cara mengatasi masalah begituan.



Harus bagaimana, Rita memang susah mengerti mengatasi komputernya yang bermasalah. Dia yang diterima bekerja bermodalkan Ijazah SMK jaman dulu yang kurikulumnya andalannya keterampilan mengetik 10 jari kini hanya bisa mengetik di Microsoft Word dan sedikit Excel; save dan print, itupun diperoleh dengan belajar otodidak bersama kakak senior. Sebenarnya ia baru saja memperoleh gelar sarjana akuntansi komputer dari universitas lokal. Tetapi tampaknya kuliah malam selepas jam kerja itu tidak menambah wawasan maupun skill komputernya, hanya selembar ijazah dan label sarjana yang mungkin menambah Pede-nya terhadap karyawan baru yang umumnya sudah sarjana.

Prengky seorang sarjana informatika lulusan sebuah PT swasta ternama di Jakarta memang cukup lihai segala macam troubleshooting windows XP, belum lagi bahasa pemrograman C++, visual basic,database dan sistem jaringan Sql server dia kuasai, membuat dia diterima bekerja di perusahaanyang masih tergolong kecil tersebut sebagai staf IT satu-satunya.

Seharusnya sebagai orang timur tidak baik bersikap pelit dalam mengajari teman sekerja untuk persoalan yang tidak memerlukan ilmu pemrograman. Tetapi tidak demikian halnya dengan Prengky.
Mungkin baginya ilmu komputer itu sulit mendapatkannya, hingga ia cenderung malas berbagi ilmu dengan teman-temannya yang bukan jebolan informatika, atau mungkin ia takut teman-teman menjadi pintar sehingga tak butuh tenaganya lagi, layaknya sikap dokter umum di puskesmas yang cenderung hemat jawab jika ditanya oleh pasien Askes. Prengky juga cenderung pendiam dan lebih asik dengan laptopnya ketika karyawan lain sudah saling menyapa dan bersenda gurau di sela pekerjaan. Jika ditanya atau disuruh atasan Prengky akan lambat merespon. Teman sekerja Prengky suka "Bete" kalau sudah berurusan dengannya. Pada hasil poling penilaian sesama teman kerja semester lalu wajar saja kalau Prengky mendapat julukan "Rekan Kerja Paling Sulit diajak Bekerja Sama". Apa memang umumnya orang-orang IT begitu?, cenderung pelit dan sepertinya punya kesombongan intelektual.

Berkali-kali Rita memanggil Prengky tak digubris juga, berkali-kali pula teriakannya terdengar sampai ke ruangan Bagas- Kepala Kantor. Jelas Bagas terusik dengan situasi demikian. Bagas mulai menangkap kondisi ini sejak adanya kebijakan pengadaan sambungan speedy di kantor, terlihat Prengky memang lebih dominan di ruang kerjanya yang sebenarnya cukup sempit dan kurang nyaman bagi manusia karena dipenuhi dengan komputer dan monitor server. Apalagi dengan paket unlimited speedy ternyata membuat Prengky sebagai satu-satunya administrator penguasa jaringan dimanjakan. Tidak banyak karyawan yang tahu akan melimpahnya fasilitas gratis yang tidak terlihat mata ini.

Sadar akan situasi ini Bagas mencoba naik ke atas menuju ruangan Prengky dan menyapanya.
"Pa kabar, Preng sudah makan siang blum ?", ujar Bagas memulai pembicaraan.
" Oh, Pak Bagas, sudah pak?", Prengky sedikit terkejut dengan kedatangan bos nya.
"Enak makannya tadi?", lanjut Bagas.
"Enak Pak, ehh biasa aja pak, memangnya kenapa Pak?", Prengky sedikit keheranan.
"Oh gitu ya, lantas ini kamu sedang ngapain?", tanya Bagas kembali.
"Sedang ngecek email masuk, Pak", jawab Prengky sedikit gugup.
"Bagus, bagus, tapi ngecek email kog serius kali nampaknya? ", Pak Bagas terus bertanya.
"Anu Pak, sambil donlod lagu MP3 terbaru", Prengky mulai gelisah.
"Makan siang sudah, donlod lagu MP3 enak juga ya, hmm.. bisanya kau tenang duduk disini sementara teman2 mu memanggil dan kasak kusuk di front office ya?", kali ini suara Pak Bagas meninggi dan tajam.
"Oh itu,maaf Pak, sbentar Pak saya segera ke bawah," ujar Prengky sembari berlalu dengan muka memerah.
Setelah Prengky berlalu, Bagas menuju meja anak buahnya dan mengecek laptop itu.
Di desktop screen-nya memang menunjukkan inbox mail yahoo, tetapi dibagian sidebarnya masih terlihat aplikasi yang diminimize yaitu game online "Mafia Wars", sementara di posisi hidden terlihat Internet Download Manager yang masih aktif donlod konten dari sebuah situs dengan nama file "Miyabi_xXX.avi". Apapun itu, meski kurang melek internet Bagas merasa downloading itu adalah sesuatu yang kurang wajar, ia hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah anak buahnya. "ckk..ckk, ini anak memang menyebalkan banget", ujar Bagas dengan kesal hati sembari mereset saklar tombol Wi-Fi. Muncul error pada screenshot " Wireless Network Connection is not connected!" dan pada browser yang sebelumnya tampilan inbox Yahoo kini muncul pesan "The page cannot be displayed".[*]

Prb, 13/05/10
Post under
http://simahir.blogspot.com
http://bit.ly/bsPfHg
Selengkapnya...

05 Mei 2010

Hot Lady




"Pa, mama sedih bgt, Hot Lady sdg sekarat, skrg hampir mati, Papa tlg telp ksini skrg, mama khabisan pulsa".
Demikian isi pesan singkat dalam ponsel Pak Joni kiriman istrinya, membuat Joni tersentak seketika.

"Apa pulak lah ini ?",pikir Joni merasa terusik ditengah kesibukan meladeni dering telepon yang sejak reses makan siang tadi tidak pernah berhenti. Bergantian telepon dari orang berbeda, baik costumer maupun staff lapangan anak buah pak Joni, muaranya bertanya soal hasil keputusan aplikasi permohonan kredit mereka apakah diaprove atau direject?
Sementara diatas meja kerja Joni bertumpuk berkas yang antri menunggu direview. Ditambah lagi berkas laporan dari supervisor terhadap pencapaian target personil yang segera harus diberi judgement karena menyangkut insentif bulanan. Joni terjebak kini dalam kelabakan dan kata yang namanya Deadline.

"Hot Lady? Sekarat? Hampir mati?". Joni mencoba mencerna isi sms itu. Seingat Joni di rumah hanya ada inong/ibunda, istri dan kedua anaknya-si kecil Nora dan adeknya yang masih bayi berumur 2 bulan. Selain itu tidak ada PRT, kucing atau anjing peliharaan lainnya juga Joni tak punya.
"Siapa Hot Lady ? Ahh..jangan-jangan maksud istriku adalah si kecil Nora", tapi Joni merasa tidak pernah mendengar istrinya memanggil si kecil Nora dengan sebutan Hot Lady.
"Apa maksudnya ibunda?". Pikiran Joni semakin tidak tenang meski ia ragu kalau istrinya menyebut ibu mertuanya dengan sebutan 'Hot Lady'. Setahu Joni ibundanya sangat akrab dengan istrinya, dan istrinya sangat hormat dan santun dengan ibu mertuanya, mereka tidak pernah terdengar berselisih paham.

Joni segera meraih ponsel itu dan mendial-up nomor istrinya.
" Halo Ma, apa kabar kalian baik-baik aja semua?".
"Baik Pa, si kecil baik, adiknya juga lagi tidur i kamar", jawab istrinya.
"Oh syukurlah, lalu Inong mana, ada apa dengan ibunda Ma?",susul Joni semakin penasaran.
"Inang? Baik-baik aja Pa, inang barusan keluar ke rumah tetangga sebelah".
"Loh, jadi itu tadi maksud SMSnya mama apa, cuman akalan supaya papa telpon mama ya."
"Oh itu, benar kog Pa, mama lagi sedih ngeliat kondisi si Hot Lady, tadi pagi dikerjaian sama si kecil".kata istrinya.
"Hot lady siapa sih, Ma?". tanya Joni semakin keheranan.
" Itu Pa, Hot Lady itu bunga kesayangan mama yang ada di pot merah di teras depan".
" Oalah Ma, rupanya hanya bunga. Kog disebut Hot Lady sih Ma?". Joni malah ingin mentertawakan istrinya.
" ya itu Pa, namanya memang Hot Lady, masih spesies dari Aglaonema Gregori Garnadi yang mahal itu Pa, tadi pagi dicabut sama si kecil, baru siang aku lihat sudah layu, sedih mama udah capek ngerawatnya tau gak Pa."
"Hahaha..ya biarin deh ma, Gue kagak pikirin." Jawab Joni
" Loh, kog gitu sih ngomongnya Pa?"
" Ah sudahlah ma, papa lagi sibuk sekarang lagi banyak kerjaan, malas bahas yang beginian. Udahan ya Ma." Beep..koneksi diputus, Joni hanya geleng-gelng kepala dengan jawaban istrinya.

Joni Kini teringat si kecil Nora dan ulahnya. Sudah kedua kali ini ia mencabut tanaman bunga si mama yang tak seberapa itu.
" Anakku..anakku.Lanjutkan nak kreatifitasmu, supaya mama kita berhenti dan tidak gila dengan yang namanya Hot Lady sialan itu". Ujar Joni sembari membuka berkas di mejanya. welcome to deadline. [*]

Prb 05/05/2010
Post under www.simahir.blogspot.com
Also http://bit.ly/bsPfHg
Selengkapnya...

Ada kesalahan di dalam gadget ini