"Pak Bejo ditarik showroom, Jam 2 kita ketemu di TKP"
Begitu pesan teks sms dari seorang teman, pagi tadi.
Apa sih maksudnya? Setahuku pak Bejo tidak pernah meminjam dimanapun juga di showroom, punya mobil atau motor pun ia tidak.
Aku langsung pencet tombol Direct Call ke nomor teman tersebut.
"Halo?"
"Iya Halo"
"Apa sih maksudmu, pak Bejo kenapa? "
"Hmm, maaf maksudku tadi pagi Pak Bejo telah dipanggil Yang Maha Kuasa, jam 2 kita melayat di rumah duka".
"Oalah..sms mu kog gitu sih.."
"hehehe"
Plukk! Telepon ditutup.[*]
Selengkapnya...
19 Januari 2012
SMS penting!
10 Januari 2012
Siapa harus dikorbankan?
Dalam perjalanan mengendarai motor dari kota Medan menuju kantor di Perbaungan, saya harus menembus hujan deras berhubung harus mengejar waktu briefing pagi dengan anak buah.
Dengan mantel hujan seadanya tak mampu melindungi seluruh bagian tubuh dari guyuran air. Kaki dan tangan telah basah dan serasa membeku ditambah terpaan angin pagi yang super dingin.
Hanya bagian kepala dan leher saja yang benar-benar tercover dari air. Tidak ada keyakinan pada awalnya bahwa perjalanan non stop 1 jam sejauh 37km itu akan dapat dicapai. Tapi ahirnya sampai juga di kantor meski badan sudah terasa lelah dan kedinginan. Bisa dibayangkan jika seandainya tadinya saya tidak memiliki mantel dan helm penutup kepala. Alhasil hidung akan langsung terasa mampet dan kepala pening diterjang angin tidak sampai 20 menit berkendara.
Memimpin sebuah organisasi ataupun perusahaan hendaknya juga demikian. Kita dapat analogikan disini hujan seperti masalah yang datang bertubi-tubi. Pemimpin tidak harus terlibat menangani kendala secara langsung, apalagi sampai larut dalam masalah. Sama seperti bagian kepala dan mata yang harus terlindungi dalam perjalanan menembus hujan. Pemimpin harus mampu membatasi diri dan mungkin bila perlu membiarkan kaki tangan anak buah berkorban diri, sehingga pimpinan bisa tetap berpikir jernih mengarahkan team/organisasi kepada tujuannya. Itulah pelajaran yang diperoleh hari ini.[*]
Selengkapnya...
04 November 2011
Fenomena Pencurian Motor
"..saking banyaknya produksi, kemungkinan kunci motor sama lebih tinggi. Teman saya motornya sempat hilang karena ada yang minjam motor salah ambil. Tapi untung balik. Wong salah ambil. Teman saya yang lain sempat ga sengaja salah ngambil helm yang ditaruh di motor orang lain waktu minjam helm. itu bukti kunci motor banyak sama." (sebuah komentar pembaca di detik dot com)
Benarkah demikian? Agaknya apa yang disampaikan pembaca tersebut masuk akal. Maraknya pencurian sepeda motor baru akhir-akhir ini tidak terlepas dari lemahnya sistem keamanan produk kunci kontak. Dimana dari kronologis pencurian terjadi dalam waktu yang sangat singkat, artinya begitu mudahnya pelaku pencurian mengeksekusi kunci kontak.
Sangat logis dengan melimpahnya produksi dan penjualan sepeda motor maka kemungkinan kombinasi anak kunci dan kunci kontak yang sama dapat terjadi. Inilah sebenarnya yang perlu mendapat perhatian khusus bagi produsen motor maupun pihak berwenang. Sudah saatnya dipikirkan standarisasi kunci kontak yang terpasang di setiap motor.
Bagi para konsumen maupun pemilik motor, apabila parkir bukan di tempat yang resmi hendaknya memasang kunci ganda. Dan juga yang lebih penting adalah tetap waspada dengan selalu parkir di tempat yang benar-benar dapat diawasi oleh mata dalam beberapa menit.[*]
Selengkapnya...
23 Mei 2011
Inflasi Kebiasaan
Loe mau jual? Saya juga jual. Loe kasih diskon, yang lain kasih diskon juga. Loe bilang loe pinter? Tuh banyak yang pinter di luar sono. Loe bilang loe kaya? Tuh banyak yg lebih kaya dari loe di luar sana. Loe bilang loe cantik tuh bejibun yang cantik di luar sono. Loe bilang loe trendy besok juga keluar nyang lebih trendy.
Loe-loe pada tau gak, Loe orang biasa mah kagak dianggap apa-apa kalo gak punya sesuatu yang istimewa. Ini zaman serba kompetisi sukanya minta nyang luar biasa. Mangkanya jangan mimpi selangit luar biasa kalo usaha loe tuk gapai mimpi loe cuma biasa-biasa.
Di tempat kerja, loe gak bakal dipromosiin kalo prestasi loe cuman biasa-biasa. Penghasilan loe juga bakal biasa segitu-segitu aja kalo cara kerja loe biasa-biasa. Ini bener emang zaman dimana semua pesaing serba ada. Kalo loe mau jual sesuatu kudu pake cara luar biasa supaya gak keduluan disalip sama penjual biasa.
Itu mangkenye zaman sekarang banyak orang belagu pada silau tuk jadi populer pake cara luar biasa. Palagi semua mau jadi artis, ada nyang ngerekam diri sendiri trus diaplod ke Yutub, ada nyang ngintip kejelekan orang lain trus disebarin deh di internet. Banyak wanita pada suka ngebuka yang biasanya ketutup hingga tampak luar biasa, nyang laki pada motong ngecat rambut, pasang anting trus bedandan kayak perempuan, bener-bener aneh luar biasa tuk nebar pesona. Pokoke macam cara deh dibikin supaya bisa terkenal trus masuk tivi.
Knapa sih nafsu amat jadi terkenal? Seolah kite gak dianggap orang kalo belum dikenal, gak persoalan dikenal orang karena apa. Apa karena kasus luar biasa atau karena bakat yang luar biasa. Nyang pasti Loe gak bakal digunjingkan orang hanya karena melakukan yang sudah biasa.
Kalo Loe ikut rapat ato seminar, trus ikutan yel-yel briefing, jargon yang laku cuman: Apa Kabar ? Luar Biasa! Super sekali bla bla bla.
Orang pada gak ngelirik dengan yang biasa-biasa. Hari gini kata BIASA sudah tak laku.
Di komunitas jejaring sosial pun terjadi inflasi luar biasa, Loe gak bakal punya temen ato difollow banyak orang kalo loe cuma nulis status yang biasa-biasa, hal yang sama terjadi di blog, jangan harap postingan Loe dibaca dan dikomentari kalo judul loe hanya biasa-biasa.
Nah sekarang terserah loe deh, mau biasa-biasa ato nyang luar biasa. Selamat datang ranah inflasi kebiasaan.
Eniwe tidak ada maksud nantang Loe-loe pada, jika ada kesamaan cara pandang dan substansi tulisan hanyalah kebetulan belaka. Semua ide mengalir begitu aja dari kepala gue untuk kemajuan peradaban. Salam [*]
Tulisan ini juga diposting di www.kompasiana.com/simahir
Selengkapnya...
