. >>>

18 Juni 2009
Dibaca :

Anak dan Brondolan


Anak-anak ini terbiasa menyusuri semak dan perdu berpuluh mil jauhnya. Memasuki rerumpunan pohon sawit, tanpa menghiraukan bahaya dan resiko yang mengintip;

dipatuk ular, lipan dan luka akibat goresan ranting berduri pada kaki yang tidak beralaskan sandal. Belum lagi resiko gangguan dari orang dewasa yang kerap menuduh mereka criminal dan bermaksud macam-macam. Hanya karena persaingan memungut brondolan sawit. Brondolan ini adalah biji-biji sawit yang berserakan di sekitar pokok setelah di dodos.

Pekerjaan memungut brondolan ini diharapkan bisa membantu menambah penghasilan keluarga mereka. 1 Kg Brondolan dapat terjual seharga 700 rupiah, yang bisa mereka peroleh ketika panen lebih dari 50 kilogram brondolan setelah berkeliling seharian.

Keseharian ini sudah menjadi arena petualangan dan permainan bagi mereka, karena ketiadaan ruang bermain dan fasilitas sekolah yang memadai seperti anak-anak di kota dan konsekwensi keadaan orangtua yang menggantungkan hidupnya sebagai buruh lepas [.]
(Dijepret dengan HP ketika melewati areal jalan kebun. Lokasi Sei Bamban-Sergai)





Share





Artikel Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar