. >>>

Tampilkan postingan dengan label Humanity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humanity. Tampilkan semua postingan

14 Maret 2011

Gitaris Legendaris dari Medan

Waktu menunjukkan pukul 21.00 ketika Janggual disambut oleh putri kecilnya di gerbang pagar rumah. Pundak dan pinggangnya memang sudah terasa remuk, setelah seharian di kantor berkutat dengan data monitoring penagihan yang minggu ini harus dilaporkan ke atasan, Janggual tetap semangat. Alamak, macam betul aja si Janggual jam segitunya baru pulang dari kantor?

Gini lho,
Awalnya Janggual bermaksud mencari artikel tentang Peraturan BI mengenai ketentuan Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif via googling. Tetapi apa daya, Koneksi internet terbatas di kantor. Setelah habis jam kerja barulah Janggual berkesempatan mengakses internet, itupun dibola sama paman Google ke link entah berantah. Janggual yang tak sabar malah terjebak mengintip update status teman di facebook yang belakangan semakin eneg penuh dengan komentar lebay. Kemudian browsing berita gempa Jepang di detik.com juga kompasiana, malah terasa kedua situs tersebut terlalu serius dan menyita stamina, bukannya merefresh malah membuat otak dan matanya lelah. Jangan harap ia teringat dengan blognya yang sudah berbulan-bulan terlantar.

Sampai pada gilirannya perhatian Janggual tertambat di Youtube. Entah karena suatu kebetulan atau karena teori "Mestakung", Janggual mendapat link ke videonya Igor Presnyakov. Betapa permainan gitar asal Rusia itu telah mengikat matanya. Tak kalah dengan kekagumannya kepada Gitaris ternama Jimi Hendrix, Paul Gilbert, Joe Satriani, Jhon Petrucci, Eddie Van Halen, bahkan Ian Antono dan Eet Syahranie.

Dengan sabar Janggual menunggu sampai video loading penuh. Diputar lagi dengan volume lebih keras. Beranjak ke video dengan lagu yang lain. Tunggu loading, lalu diputar. Ada lagu Furelise, Black or White nya Michael Jackson, Californification-nya RHCP, No Woman No Cry nya Bob Marley, To be With You nya Mr.Big sampai lagu Take Me On nya AHA "Puihhh..healing mind banget", ujar Janggual dalam hati.

Tak ketinggalan pula jejari Janggual mengarahkan link-link om Igor ke IDM. Donlod 10 lagu 1 jam juga baru kelar, langsung di convert ke MP3, copy ke flashdisk dan siap-siap panggil satpam untuk tutup kantor. Ternyata sudah gelap di luar. Janggual pulang dengan penuh semangat menuju kediamannya, 15 menit meluncur dengan motor sampai juga.

Setelah bercengkerama dengan si kecil sebentar, Janggual teringat dengan oleh-olehnya dari kantor. Segera ia menuju kantong celana, merogoh flashdisk dan mencolokkannya di player. Jadilah ruangan bernuansa gitar akustik ala Igor Presnyakov. Kini Janggual telah berhayal dan bertingkah seperti Om Igor.

Hanya beberapa lagu iapun meng-off kan DVD player tersebut. Seperti tersadar kembali, Janggual teringat gitar bolongnya di gudang.
"Aku akan memainkan gitarku lagi", kata Janggual dalam hati.
Iapun berjalan menuju kamar gudang dan meraih gitar tua yang sudah dipenuhi debu. Untung gitar itu terbungkus rapi dan masih awet. Dibersihkan, disetemnya gitar itu, dipetik dan dicobanya beberapa kunci akor. Betapa ia sangat kecewa mendapati jejarinya kini sudah kaku. Tak satupun lagu Om Igor yang bisa ditirunya.

Sejak tamat kuliah dan mengakhiri dunia Rock n' Roll kost-kost'an di Medan 7 tahun lalu, Janggual larut dalam realita kehidupan, meniti karir dan menafkahi keluarga kecilnya. Inilah kembali ketika Janggual ke titik nol dengan gitarnya. Terinpirasi dari Om Igor, Janggual kini bernyanyi lagu 3 kunci :
C F G, C F G
" Ooo, aek Sibundong..aek Sibundong da nauli, Lao tudia na ma ho"..jreng jreng..

Tak ada kata terlambat untuk belajar kembali. Seperti gairah Rock N Roll seturut versi dan tuntutan umur- Janggual dan Igor Presnyakov,
Gitu deh. [*]
Selengkapnya...

02 Maret 2011

Pikiran dan (atau) Perasaan

Kita kerap susah membedakan, terlambat untuk tersadar dan menyadari apa itu pikiran atau perasaan. Sering kita terjebak oleh perasaan karena kita tidak mengendalikan pikiran, lalu pikiran kacau oleh karena dikendalikan perasaan.

Pikiran dan perasan di dalam anatomi tubuh konon katanya berbeda letak. Pikiran ada di dalam kepala tepatnya otak, sedangkan Perasaan lebih tepat digambarkan di area sekitar wilayah dada diantara jantung dan hati. Tetapi pikiran dan perasaan seperti hanya dipisahkan oleh selaput yang sangat tipis. Sangat sensitif satu sama lain. Manifestasi pikiran dan perasaan akan mempengaruhi mood, memicu tingkah laku dan kebiasaan hingga karakter seseorang.

Jalan hidup kita sesungguhnya ditentukan oleh seberapa besar kita mengandalkan pemakaian pikiran atau perasaan. Lemahlah mereka yang lebih banyak dikendalikan oleh perasaannya, kuatlah mereka yang lebih banyak dikendalikan pikiran mereka. Tetapi konyol lah mereka yang sering terjepit diantara pikiran dan perasaan mereka. [*]

Direkonstruksi hari ini dari catatan harian pada 14 Okt' 2005.
Selengkapnya...

12 Agustus 2010

Citaman Jernih

Aku tak habis pikir mengapa orang menyebut kawasan ini dengan nama itu. Dan memang sampai hari ini aku tidak juga mendapat informasi asal muasal nama ini. Aku memang tidak serius untuk tahu, sejauh ini.

Yang kutahu pasti, setiap pagi aku lebih suka melewati kawasan jalan ini menuju ke kantor tempatku mencari penghasilan. Selain karena jarak tempuh lebih dekat, aku memang telah termotivasi dengan kata-kata jernihnya, meski yang dilewati ada dua sungai namun sungai ini lebih tepat disebut sebagai parit comberan besar tempat semua aktivitas warga: mandi-cuci-kakus. Jelas airnya jauh dari kesan jernih. Hanya saja melewati kawasan Citaman Jernih di pagi hari akan mendapat berkah sinar mentari pagi yang cukup dan terhindar dari kemacetan.

Pabila di siang hari melintasi kawasan ini akan terlihat lengang dan sangat tenang. Didukung oleh keberadaan kebun sawit di salah satu sisi jalan. Tidak terlihat keramaian warga, mungkin sebahagian besar sibuk bekerja di tempat lain.

Demikian juga sore hari, perjalanan pulang akan terasa cepat sampai karena sangat jarang kemungkinan terhalang oleh kenderaan lain. Membawa rasa capai dan penat dari kantor tidak akan butuh waktu lama untuk segera ditelan oleh dedaunan kelapa sawit.

Agak berbeda situasinya sore tadi ketika aku melewati kawasan ini. Kiri kanan terlihat banyak pedagang berjualan macam-macam, banyak juga warga yang sepertinya antri menunggu pesanan makanan. Tiba-tiba saja terlihat banyak kerumunan pengendara motor disana sini yang sembarangan parkir. Jalanan pun terlihat lebih padat dari biasanya, sibuk dan semuanya buru-buru. Beberapa kali aku harus injak rem tiba-tiba oleh ulah pengendara sepeda motor yang umumnya dengan kecepatan tinggi menyalip dan memotong. Kenapa semua pengendara kelihatan agak galak dan beringas? Ada apa dengan Citaman Jernih ini?

Aku baru sadar kini setelah sampai di rumah, tadi di jalan itu sudah menjelang magrib. Hari pertama saat mau berbuka. Semua berburu waktu setelah mungkin satu hari penuh menahan lapar dan emosi.

Kuketik ini malam ini, dibayangi letupan petasan berbalas-balasan di luar pagar dan cekiki an anak-anak tanggung di komplek. Sekali lagi, ini tidak seperti hari biasanya. Harus lebih sabar menahan emosi dan ego diri.[*]
Selengkapnya...

21 September 2009

Duarr..Duarr..Dduddumm…

Duarr..
Bunyi petasan tepat di atas rumah menyentak jantungku.

Teringat tahun 2000.
Saat itu siang hari masih jam perkuliahan, di kampus FE USU, seorang mahasiswa senior meletupkan petasan di bawah tangga- tempat nongkrong sekelompok mahasiswa.
Temanku berteriak. " Woi, dasar mahasiswa tak punya otak kau, main petasan pulak kau disini !"

Segera terjadi perang mulut yang memicu perkelahian. Berlanjut saling ejek dan saling memaki, lalu tawuran antar mahasiswa 2 jurusan meledak seketika hari itu juga. Aku terlibat karena naluri mudaku membela teman se-jurusanku.
Untung saja saat itu satpam kampus bertindak cepat, sehingga tidak sampai terjadi tikam-tikaman dan bakar-bakaran.
Dalam 1 bulan dendam antar mahasiswa yang terlibat tawuran pun baru bisa mereda setelah dimediasi oleh Bapak Dekan dan Pemerintahan Mahasiswa (PEMA).

Kalau saja tidak mengingat kejadian itu..mungkin malam ini aku sudah berkelahi (lagi).

Aku heran,
Kenapa masyarakat kita suka berlebihan merayakan sesuatu?
Dan mengapa permainan petasan ini sering justeru dilakukan oleh orang dewasa?
Dan mengapa pula harus egois tidak memikirkan kenyamanan orang lain?
Tidakkkah kita bisa melihat dan mendengar bahwa di sana, di Palestina dan Israel banyak umat yang merindukan ketenangan seperti yang kita miliki saat ini.
Tidakkah kita gerah ketika Legian Bali dan JW Marriot meledak?

Lalu mengapa kita harus memancing peperangan dengan mengusik ketenangan sang malam ? [*]

Selengkapnya...

20 Agustus 2009

"tidak tahu judulnya apa"

Anda adalah seorang perwira pelaksana dibawah panglima. Pertimbangan ada di tangan anda dan Komando di tangan panglima.
Anda bersama pasukan sudah melalui peperangan demi peperangan.
Sebenarnya saat sebelum berperang anda melihat awan hitam di medan perang.. dan anda masih sempat melirik pasukan anda bahwa mereka tidak siap betul untuk menyerang..kita butuh waktu istirahat sejenak memikirkan strategi dan mengumpulkan stamina untuk perang selanjutnya.

Tetapi yang sering terjadi adalah ketidak sinkronan antara pusat komando dan pasukan di lapangan.
Oleh panglima anda diperintahkan untuk menggerakkan pasukan..
Anda mau menyela terhalang oleh keraguan dan tidak berani untuk mematahkan semangat panglima yang sudah berapi-api.
Tibalah saat ketika anda memperlengkapi pasukan anda dengan senjata laras panjang.
Memberi peluru kepada masing-masing secukupnya
Dan merekapun mengisi senjata nya masing-masing..
Kemudian anda juga mengisi pistol anda sendiri dan juga memberikan pistol yang lain kepada..
Lalu Anda mengistruksikan kepada personil ” seraaangg”..jaga diri dan pertahankan ladang kita supaya kita tetap bisa makan dan hidup..

Tetapi oleh karena medan perang begitu kacaunya dan oleh karena stamina lawan lebih kuat dari pasukan anda hingga beberapa senjata itu jatuh ke tangan lawan..
Beberapa anak buah terbunuh..Lawan balik menyerang..
Bahkan kini anda hanya memiliki sebuah pistol di tangan anda..
Ketika ratusan senjata laras panjang mengarah ke anda..dan panglima juga terancam keselamatannya.
Semua terancam terbunuh. Anda, Panglima serta anak buah yang tersisa.
Apakah yang anda akan lakukan.???

Selengkapnya...

30 Juli 2009

Kehilangan Sandal

Seorang pemuda sedang menunggu bus di halte. Satu jam adalah waktu tersisa yang dimiliki karena setelah itu ia harus checkin di Bandara untuk melanjutkan perjalanan pulang ke kota tempat tinggalnya. Pikirannya sedikit cemas ketika akhirnya bus yang ditunggu datang juga.

Dengan tergesa-gesa ia melompat menaiki bus yang segera berlalu mencari penumpang di pemberhentian lainnya.
3 menit berada di dalam bus si pemuda baru menyadari kalau ia hanya memakai satu sandal di telapak kaki kirinya. Alangkah kesal hatinya menyadari sandal kulit hadiah ulang tahun pemberian kekasihnya kini tinggal sebelah. Setelah merenung beberapa saat si pemuda meminta sang supir untuk berhenti. Ia kemudian melemparkan sandal kiri kepinggir jalan dan menyuruh sopir untuk melanjutkan perjalanan.

Seorang gadis yang memperhatikan tingkah laku si pemuda tersebut bertanya.
” Mengapa anda membuang sebelah sandal lagi?”

Si pemuda menjawab demikian.
“Apa artinya aku membawa sebelah sandal ketika pasangan sandal yang lain telah tertinggal di belakang. Aku lebih baik melupakannya, kelak akan ada orang dibelakangku yang menemukan sebelah sandal tersebut dan berharap ia meneruskan perjalananan nya sehingga menemukan pasangan sandal yang lain.”

Bagaimana dengan anda ? apakah anda dapat melakukan hal yang sama ketika kehilangan sandal kesayangan seperti pemuda tersebut ?
Mungkin ya mungkin juga tidak.

Apa makana cerita ini?,demikian halnya dengan kehidupan ini. Ada kalanya kita mengalami masalah maupun kehilangan di masa lalu tetapi kita tidak rela melupakannya sehingga terus terbawa menjadi beban sepanjang perjalanan hidup kita. Sementara masa depan membutuhkan persiapan dan perhatian penuh di masa yang sekarang.

Ilustrasi ini kutuliskan kembali dari ceramah seorang guru agama. Berharap tidak hanya mengendap di kepala atau hilang ditelan waktu. Semoga bermanfaat. [*] Prb.310709




Selengkapnya...

24 Juli 2009

Uang Palsu..Waspadalah !!


Seorang teman saya menemukan uang palsu pecahan Rp 50.000. Secara kasat mata, mungkin kita tidak bisa menduga lembaran uang itu palsu. Karena sama persis dengan uang pecahan 50.000 yang asli; memiliki benang pengaman, nomor seri maupun tanda gambar air. Hanya saja ketika diraba kertasnya terasa lebih lembut , warna terlihat kusam, serta mudah luntur dan yang lebih meyakinkan kami adalah bahwa ketika di taruh dibawah sinar ultraviolet tidak ada bagian tertentu yang bersinar.

Uang palsu pecahan 50.000 ini tampaknya adalah hasil cetakan yang sangat canggih, hanya jenis kertasnya terasa halus kalau diraba permukaannya. Pada uang asli akan terasa teksturnya bila diraba dan memiliki pengaman.
Pengaman tersebut antara lain berupa benang pengaman, tanda air yang biasanya bergambar pahlawan nasional, cetak timbul yang bisa diraba serta beberapa bagian yang bersinar apabila dilihat dengan sinar ultraviolet.

Dengan sedikit perdebatan akhirnya saya bisa meyakinkan teman itu untuk tidak bermain-main dengan uang palsu tersebut.
Menurutku, melacak asal-usul uang tersebut sungguh pekerjaan yang sulit mengingat telah banyak orang yang dijumpainya dan bertransaksi sejak pagi tadi. Sedangkan saranku untuk melaporkan ke Polisi atau ke BI sama sekali hanya membuatnya tertawa dengan sinis terhadapku.
Baginya, hal itu adalah pekerjaan yang menyita waktu dan merepotkan. Sementara Kalau diedarkan kembali malah berisiko lebih berat (dan juga DOSA: gituloh...).
Akhirnya ia memilih membakar saja uang tersebut dan merelakan kerugian Rp. 50.000,-.

" Buang sialku-lah itu, hari ini", katanya.

Kupikir itu adalah keputusannya yang tak boleh kukomentari lagi.
Sebaiknya teman –teman waspada terhadap peredaran uang palsu saat ini, agar kejadian ini tidak menimpa anda dan juga orang lain .[*]



Selengkapnya...

15 Juli 2009

Sifat ke-AKU-an dalam masyarakat kita

Senin pagi aku berangkat kota kelahiranku di Sidikalang untuk menghadiri undangan pernikahan seorang teman lama. Sore harinya aku pulang kembali ke kota Medan.

Untuk perjalanan yang menempuh waktu 4 jam tersebut sengaja aku memilih menumpang angkutan CV. PAS Transport setelah pada perjalanan paginya menumpangi PO. DATRA. Aku berpikir angkutan PAS yang kata orang dengan armadanya lebih baru memberikan pelayanan dan kenyamanan lebih. Tetapi dalam perjalan pulang itu aku melihat bahwa semua angkutan antar kota L-300 Medan-Sidikalang itu sama saja. Pengemudi selalu mengebut dan menyetir dengan semaunya seolah tidak peduli dengan keadaan jalan terutama di sepanjang Lae-Pondom (perbatasan DAIRI-KARO) yang berlobang-lobang membuat pinggang serasa mau patah.

Aku berfikir apabila semua supir begini maka umur kenderaan baru tersebut tidak akan panjang sehingga hanya menjadi beban kepada pemilik/toke. Sepanjang perjalanan beberapa kali serasa jantung hampir copot oleh karena kenderaan yang kami tumpangi nyaris tabrakan ”laga Kambing” dengan kenderaan lain. Salah satu kebiasaan buruk supir trayek Medan-Sidikalang adalah hobbi membunyikan klakson, baik ketika berpapasan dengan teman ataupun ketika bermaksud menyalip kenderaan lain. Sang supir selalu berupaya melampaui kenderaan lain dengan membunyikan klakson, seolah hanya dia sendiri yang berada dalam angkutan itu dan hanya dia sendiri yang perlu didahulukan. Kebiasaan lain adalah membunyikan musik dengan subwoofer dan suara bass yang mendengung mengeluarkan suara keras memekakkan telinga. Bisakah anda membayangankan bagaimana rasanya di ruangan bising dengan musik yang tidak anda sukai.

Bukan hanya pengemudi, beberapa penumpang juga kerap berbuat semaunya. Selama perjalanan aroma durian dan kotoran ayam bercampur dalam kenderaan tersebut. Setelah aku ingat-ingat ternyata benar sebelum berangkat ada sepasang orangtua yang menenteng 2 buah durian. Tetapi soal ayam aku tidak mengira telah ada penumpang lain yang menyusupkan ke bagasi sebelum semua penumpang naik ke dalam kenderaan. Apabila tahu sebelumnya, maka aku akan memilih untuk tidak menaiki kenderan tersebut. Pada kesempatan lain beberapa penumpang menghisap dan mengepulkan rokoknya. Jadi kini sudah bercampur 3 aroma yang menyengat dalam ruangan itu. Aku mengira aku sudah fly dan pingsan beberapa kali ketika tersadar dari kantuk aku. Tetapi kemudian aku memutuskan untuk menutup mata kembali karena ulah sepasang muda-mudi yang duduk disamping aku. Berpelukan, ketawa-ketiwi, colek mencolek, bahkan pada satu lirikan, pernah mata aku menangkap mereka sedang ”kissing” dengan ganasnya. Makjang.. tidak bisakah mereka menunda yang begituan di tempat lain? atau aku yang bersalah sudah membuka mataku?

Pukul 22.15 kenderaan yang kutumpangi memasuki perbatasan kota Medan hatiku bersorak gembira. Aku masih hidup !
Setelah melihat ada angkutan kota aku langsung bilang, ” Minggir, bang Supir”.
Aku turun dan berjalan kaki sejauh 500 meter, bukannya “sok jago” tetapi ini adalah upayaku untuk melatih engsel kaki dan merelaksasi ”pantat” yang sudah kebas dipaksa duduk 4 jam lamanya. Disebuah warung nasi aku makan malam dan beristirahat menikmati ke-aku-an dan kebebasanku. Pukul 23.00 aku menyetop angkot dan pulang ke rumah menemui keluargaku tercinta. [*]

Selengkapnya...

25 Juni 2009

Cardiac Arrest ?


Apa artinya ketenaran bagi seorang Michael Jackson, yang sudah berjaya sejak umur 6 tahun dan terkenal sebagai "Raja Pop" dengan mempopulerkan gerakan dansa "moonwalk"-nya, ketika hidupnya harus berahir oleh karena menderita cardiac arrest (mendadak terhentinya kerja jantung), di usia yang masih terhitung masih sedikit 50 Tahun, dibanding umur Adam yang konon berumur seribu tahun atau umur Musa 120 tahun ?

Itulah pertanyaan yang terngiang di kepalaku, setelah membaca ramainya postingan di facebook tentang kematian "sang superstar". Karena kupikir dengan kemakmuran dan ketenaran yang diperolehnya selama ini setidaknya bisa untuk investasi terhadap kesehatannya sendiri sebagaimana ia telah investasi dengan wajahnya yang manis itu dengan operasi bedah plastik.

Wikipedia mencatat 'Daftar' beberapa orang terkenal yang meninggal karena cardiac arrest:
1.Elvis Presley (42) - penyanyi, serangan jantung karena overdosis barbituates.
2.Sigmund Freud - overdosis morfin.
3.Jim Morrison - musikus, the Doors.
4.John Entwistle (57) - musikus, pemain bas the Who, meninggal karena gagal jantung akibat kokain.
5.Janis Joplin - penyanyi, overdosis heroin.
6.Jerry Garcia - musikus the Grateful Dead, cardiac arrest karena kebiasaan menggunakan heroin.
7. Jimi Hendrix - musikus rock and roll, overdosis barbiturate.
8. Brian Epstein (32) - manajer The Beatles, overdosis obat-obatan.
9. Hillel Slovak - musikus, Red Hot Chili Peppers, overdosis heroin.
10.Ribuan lagi orang-orang muda di Indonesia yang tidak terkenal dan tidak saya kenal, tetapi masuk berita di koran.

Saya prihatin dengan kematian yang dipicu oleh Cardiac Arrest ini. Hasil penelusuran saya yang awam dengan dunia kedokteran menghasilkan bahwa mati mendadak karena cardiac arrest dapat disebabkan pola hidup masa lalu misalnya adalah merokok, pemakaian narkoba, kegemukan (obesity), kurang berolahraga, duduk seharian (sedentary), stres kejiwaan menahun; pengidap kencing manis, tekanan darah tinggi, hiperaktif kelenjar gondok, kadar kolesterol darah tinggi, penyakit jantung bawaan, dan koroner (90 persen cardiac arrest terjadi dengan penyumbatan pada sekurang-kurangnya dua cabang arteri koroner - The American Heart Association).

Memang umur manusia dan cara mati adalah di tangan Tuhan. Tetapi sesungguhnya penyakit yang memicu kematian dapat diantisipasi sejak dini. Dan manusia sebagai mahluk otonom terhadap tubuhnya bisa berusaha memilih pola hidupnya sendiri dengan PRINSIP dan satu pengharapan ;"Aku mau hidup seribu tahun lagi - Kalaupun Aku harus menderita sakit atau mati sebelum seribu tahun tidak ada penyesalan karena aku telah BERUSAHA. Dan aku tidak mengingkari bahwa Tuhan tetap yang berkuasa".

Lalu apa hubungannya dengan Kita?
Aku jadi teringat akan setiap bungkus rokok yang menampilkan tulisan ....[MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN]... pada salah satu sisi bawahnya. Tetapi masih juga sangat laku keras oleh mereka, termasuk teman-teman dekatku.
so what? [*]
Selengkapnya...

24 Juni 2009

Berpikir positif versus negatif

Dalam briefing dan rapat rutin yang dilakukan setiap awal minggu seorang teman kerap kali berbicara tentang perlunya berpikir positif terhadap orang lain. Berulang-ulang pada setiap kesempatan substansi pembicaraan selalu terkait dengan hal tersebut. Berpikirlah positif. Sebisa mungkin hindari menaruh prasangka ataupun ragu terhadap sesuatu hal. Apalagi mencurigai orang lain. ”Jangan pernah pesimis terhadap keadaan. Kita pasti bisa merealisasikan target dan rencana yang telah kita buat”, ujarnya dengan berapi-api.

Begitulah suasana awal minggu yang memang dengan kondisi tubuh yang masih fit usai liburan dan bawaan badan yang cenderung masih malas sangat diperlukan penyemangat. Tetapi itu hanya terjadi di awal minggu. Setelah memasuki hari Rabu pola kerja teman saya ini tidak seperti di hari Senin. Datang sering terlambat, itupun tanpa pemberitahuan. Dinas keluar jam kantor juga sembarangan dengan alasan yang tidak seharusnya untuk kapasitas seorang anggota team. Pada kasus-kasus lain juga terlihat apa yang didengung-dengungkan tidak sesuai dengan yang terjadi dalam keseharian.

Awalnya saya memaklumi dan berusaha untuk tidak berpikir macam-macam atas perilaku ini. Tetapi semakin lama saya melihat ini sudah menjadi kebiasaan yang kurang baik dari sang teman. Ajakan untuk selalu berpikir positif justeru menjadi bumerang di dalam pikiran saya. Dengan kebiasaannya yang seperti itu kupikir menimbulkan prasangka dan pemikiran yang negatif dalam pikiran saya. Jangan-jangan apa yang diucapkannya hanyalah kamuflase dan kemunafikan untuk menutupi dirinya yang sebenarnya. Jangan-jangan teman ini yang justeru selalu berfikir negatif terhadap orang lain sehingga merasa perlu mendengung-dengungkan perlunya orang lain untuk berfikir positif. Jangan-jangan ia menilai saya dan teman-teman mencurigai sikap kerjanya yang tidak transparan itu. Nah tentu saja prasangka-nya itu bisa jadi berubah benar.

Kupikir kalau ingin orang lain berpikir positif terhadap diri kita maka tunjukkanlah sikap dan bahasa tubuh yang tidak menimbulkan pikiran macam-macam dari orang lain. Ketika jari telunjuk kita menunjuk orang lain maka empat jari yang lain justeru mengarah ke diri kita sendiri [.]
Selengkapnya...

02 Juni 2009

Remote TV: more than just ON-OFF

Saat itu kira-kira pukul 20.00 Wib, di depan TV aku merebahkan diri setelah seharian melakukan perjalanan yang melelahkan dengan sepenggal beban kerja yang masih terbawa-bawa dari kantor. Loja nai na mangurus perusahaan ni halak namora on.

Meskipun Super Liga sepakbola di ANTeve antara PSMS Medan versus Sriwijaya FC saat itu menunjukkan skor 2-0. PSMS menang euy, bakal lolos degradasi, tetapi aku tidak selera untuk berjingkrak. Pikiranku kosong. Cape de, ninna akka dongan.

LETOY: MODE-ON

”Baru pulang, Pap ?”, tanya isteriku yang keluar dari arah dapur, sumber aroma bumbu ikan bakar. Sedap nian masakan isteriku ini.

” Iya, sori pulang malam lagi, Ma ”

”Kog lemas, bukannya ganti baju atau mandi, ini malah nonton TV ?”

” Siapa yang nonton ?, wong TV nya sudah hidup sejak tadi.” Jawabku.

“Oh, gitu. Lho kog acara bola? Papa pergi donk sana mandi. Setelah itu kita makan malam. Aku buatkan ikan kesukaan Papa Lho.” Katanya dengan semangat empat lima.

”Sbentar lagi, Ma.” Jawabku dan meraih bantal guling yang ada disitu.

” Remot, dimana remot? ini jamnya sinetron kesukaan aku. “

” Aku tidak megang remot”. Jawabku dengan mata 5 WATT.

“ Ahh, Papa becanda aja, gara-gara bola ya? berikan remotnya “

” Carilah di situ, dibilangin juga gak percaya, aku capek mau tidur nih, Ma ”

”Jadi kemana remotnya ?”, si mama mulai memeriksa ke arah laci TV.

Kemudian ia memeriksa ke bawah meja, dilanjutkan ke bawah kursi. Selanjutnya berjalan mondar-mandir ke sudut ruangan. Tidak hanya, itu ia juga terus mencari di lipatan kain yang ada di atas meja. Lalu ia masuk ke kamar tidur dan balik lagi. Semuanya NIHIL.

Kali ini ia kembali menatap ke arahku.

” Ayolah, Pap. Apa mungkin remotnya berkaki? Hanya kita berdua di ruangan ini. Tidak mungkin disentuh si kecil karena sejak tadi ia asik menemaniku di dapur.”

”Oalah, Ma. Coba ingat kamu meletakkannya dimana tadi ? kamu emang gak bisa liat orang istirahat apa?” Tanyaku.

”Itulah, Pap. Ya kalau aku ingat aku pasti sudah menemukannya.”
”Apa ada tuyul di rumah ini ?”, sambungnya semakin penasaran.

”Iyalah kali ada tuyul yang mengambilnya.” Kataku sembari membalikkan badan.

” Dasar Remot sialan, udah disitu mau perlu disitu pula ngumpet”. Raut muka keriting si mama : MODE-ON

” Loh, kog nyalahin remotnya ? ”

” Abis?”

” Hmm..ya udah, Mama coba aja miskol ke remotnya. Kalau bunyi khan ketahuan.”

“Emangnya remot ada sim-card nya?. Dasar mimpi atau linglung kau ini “. Kini muka keritingnya udah pake ECHO-ON

“ Iya pulak ya. Okelah Ma, ntar coba kutanya ke tetangga sebelah, atau ke Pak KEPLING sekalian... hhuahhhh.” Pura-pura menguap: MODE-ON

Tiba-tiba si kecil kami datang berlari dari dapur.

“ Mama..mama..mama, Eca dah bisa bakal-bakal, ikan lele eca punya, tapi lele Eca kog meleleh ya ma.

Kami berdua hanya berpandangan: PAUSE = MODE-ON

“ Ha ??!??!?????”.

Kini 2 pasang bola mata menyala seperti lampu pijar 40 WATT
Seiring tercium aroma plastik dan bau karet terbakar menguap dari arah dapur [.]

Si remote TV memang kesatria. Bukan hanya sifatnya yang memudahkan, ia juga memanjakan seluruh anggota keluarga. Tetapi tidak jarang pula si remot TV ini menjadi sumber sekaligus korban ketegangan dan pertentangan dalam rumah tangga. Dipermainkan, ditekan, dipicit-picit, digigit, diremas, dikotori, di- upil-i, dilempar, dicampakkan dan kali ini DIBAKAR !
Remote TV tidak pernah mengeluh atau menolak perintah majikannya. Apalagi Letoy.
Salut buat Mr. Remot TV anumerta.


Perbaungan 2 Juni 2009
Written by: www.simahir.blogspot.com, Inspired by: siTV Remote.


Selengkapnya...

15 Mei 2009

Bunga.. Khotbah yang hidup..

Bunga-bunga di dalam pot, yang tumbuh di pekarangan rumah

Tumbuh dengan perlahan, daun demi daun..ranting demi ranting tumbuh, lalu muncul bunga..ada yang layu..kering dan mati.

Bunga yang bertahan berproses..terjadi penyerbukan lalu menghasilkan buah dan biji. Biji jatuh ke tanah dan tumbuh menjadi tunas-tunas baru.

Jika Setiap pagi kita mengamatainya dan menyiramnya. Setiap pagi juga akan ada perubahan meskipun sangat kecil. Terlihat tunas dan pucuk yang tumbuh semakin menjulang.

Satu hal yang pasti, dia selalu terlihat semakin baik setiap pagi.

Demikianlah hidup itu..bila kita sadar dan konsisten untuk berproses secara alamiah dalam spiritual kita..Niscaya hidup akan terasa semakin baik.

Disitu ada kesadaran bahwa Tuhan Memelihara hidup kita hari demi hari.

Hari ini harus lebih baik dari kemarin.


Bunga di dalam pot adalah khotbah yang hidup.

Jika kamu ingin memuliakan Tuhan dan menghargai kehidupan.. tanamlah Bunga.

Perbaungan, 30/09/08 6:51 A.M Selengkapnya...

Repackage 2: Ide Aneh

Molo haccit ulu ..

alani karejo na so beres..dohot “target” na so tardungdung..

massam ma gabe nipikkiran..

apalagi ma muse molo nunga gabe na so tarhaulahan..

sai naeng ma niputar ” Mesin ” waktu..

asa mulak muse tu awal taon.. manang ari naung salpu..asa niulahan muse proses ni akka parkarejoan i..

Binaen muse program kerja..niatur muse sude akka anggota.. manang staff niba..

Olo ma daba mangapian iba… songon tu mesin Komputer si sonari..Windows XP ninna.. adong do disi perintah.. UNDO.. artina .. ba dibatalhon naung niparetta..

Manang molo naeng lebih “radikal”.. molo mengulah komputer-i.. misalna adong virus na manegai sistem operasi na i… ba boi ma attong nipiccit.. menu help.. SYSTEM RESTORE ninna disi..

ba mulak ma tutu tu kondisi awal..jadi boi niulahan tu tanggal piga iba mulak muse..

ba molo massam muse muncul akka na so niattusan di screen ni komputer i…manang molo adong virus na asing .. haccit ma ulu..niluluan anti virus tong gabe haccit ulu..

Olo ma gabe ni “install” ulang windows XP na i…

Molo naik spanning iba..

ba pittor ni PAMATE..SHUT DOWn ninna..

jadi songoni ma nian otak nji jolma i ate.? gantion nama gabe sistem operasi windows Xp.. dang pola pake Vista.. ale pake ma attong prosesor intel manang amd manang aha pe taho..

asa boi SHUT DOwn molo naeng modom iba borngin i…

dang pola gabe haccit ulu alani parkarejoan i…

Target…target.. target dan tercapai.. ba pitor ni ShUT Down huroa boha ?

asa boi..modom iba. Selengkapnya...