Stres dapat menyerang siapa saja. Selama kita bekerja, baik yang bekerja dengan modal sendiri ataupun yang menerima upah atau gaji.
Semua lingkup pekerjaan ataupun profesi terbiasa dihadapkan dengan stres menurut level dan stadium kerja masing-masing. Untuk pekerjaan di lingkungan bisnis jasa pemasaran keuangan yang keras seperti yang saya geluti boleh dikatakan bahwa stres itu adalah hal yang biasa dan dalam level yang cukup tinggi.
Memang adakalanya stres itu diperlukan sebagaimana menurut teori ”Semesta Mendukung” (MESTAKUNG). Katanya, apabila manusia terjebak dalam tekanan ataupun stres secara alami tubuh kita akan menyesuaikan diri dan mencari cara untuk mengimbangi tekanan tersebut. Tekanan juga dapat menjadikan kita kreatif untuk keluar dari comfort zone kita.
Tetapi seringkali stres itu tanpa kita sadari justeru tidak terkendali sehingga membawa kita ke dalam kondisi yang semakin mengerikan. Jangan biarkan diri anda larut dalam stres. Stres yang terlalu sering akan mempercepat proses penuaan dini dan juga memicu pertambahan radikal bebas yang membuat rentan terhadap penyakit.
Stres yang saya maksud disini adalah stres yang telah berubah menjadi kelelahan mental.
Seperti apa rasanya lelah mental itu?
Ini adalah seperti perasaan ketika setiap bangun pagi anda merasakan kelambanan pikiran dan kemalasan yang amat sangat untuk bangkit dari tempat tidur. Kemalasan itu bukan karena badan kurang tidur atau masih mengantuk, tetapi hanya karena membayangkan pekerjaan yang mungkin terjebak masalah yang rumit berkepanjangan hingga anda lelah dan enggan untuk menghadapinya. Atau mungkin juga karena situasi deadlock yang membuat anda merasa seolah dunia sudah sama rata dan anda berjalan lunglai menuju arena hukuman mati. Dimana 12 anggota regu penembak dengan senjata laras panjang berdiri di hadapan anda.
Maka, sebelum stress berubah menjadi kelelahan mental, dengan melakukan beberapa kebiasaan berikut dapat membantu kita yaitu:
1. Selalu sarapan pagi dan memberi tubuh asupan gizi yang cukup.
2. Hindari jebakan rutinitas, baik dalam kantor maupun di rumah. Di kantor dapat dimulai dengan menempuh rute aktivitas yang berbeda-beda, mengunakan waktu makan siang untuk berjalan kaki keluar melihat-lihat, atau pergi ke perbelanjaan terdekat, merapikan meja kerja. Di rumah dapat dimulai dengan cara mengubah tampilan kamar, menata ulang dapur, dan lain-lain.
3. Selalu berpikiran positif dengan menganggap segala sesuatu ada sebab akibatnya secara wajar.
4. Lakukan hobi sekecil dan sesederhana apapun itu. Hobi membantu otak tetap rileks.
5. Berbicara dan tertawalah minimal 5-10 menit per-hari dengan sesama rekan kerja.
6. Jangan mau terlihat kuyu dan kusut, bersikaplah wajar dan jangan menambah beban anda dengan berperilaku berlebihan, misalnya pelarian ke minuman beralkohol, merokok, memakai obat penenang ataupun sejenisnya. Karena dengan berperilaku wajar menghindarkan anda dari perasaan bersalah sehingga membangkitkan percaya diri anda.
7. Istirahat dengan tidur yang cukup. Tidur merupakan mekanisme tubuh untuk mengembalikan sel tubuh yang sudah lelah atau rusak.
8. Berendam air hangat dapat meredakan ketegangan otot dan memperlancar aliran darah.
9. Lakukan olahraga. Tidak harus olahraga yang berat dan serius. Berjalan kaki minimal 15 menit di pagi hari atau sore hari sudah cukup untuk anda yang memiliki jam kerja tinggi sehingga badan terlihat bugar.
10. Yang terakhir dan yang sangat penting adalah pikirkanlah yang baik-baik dan lurus-lurus saja dengan memelihara hubungan terhadap Dia sang pencipta sesuai aliran dan kepercayaan masing-masing.
Demikian menurut saya, setelah membaca dan merangkum dari berbagai sumber. Hanya satu kata untuk STRES yaitu: LAWAN !
[*]
written by me;in contribute to http://simahir.blogspot.com
Selengkapnya...
. >>>
23 Agustus 2009
Self Defensive against Stress: LAWAN !
27 Juli 2009
Santun beriklan dengan Biindit
Setelah berputar-putar browsing dan mempertimbangkan untuk ikut serta dalam internet marketing akhirnya pilihan saya jatuh kepada Biindit. Kata orang pandangan pertama begitu menggoda: hal seperti ini pula yang membuat saya mengambil keputusan untuk menampilkan advertisement di dalam blog saya.
Biindit memang masih tergolong baru dibanding kumpulBlogger, Google Adsense, dan banyak PPC lainnya. Saya sebagai orang yang masih “newbie” dalam hal blogging dan internet marketing melihat Biindit sebagai penyedia layananan yang ramah dengan pendekatan lokal dapat dijadikan mitra untuk tumbuh kembang bersama.
Biindit adalah jaringan iklan online, yang memiliki lebih dari 100 advertiser online yang terdiri atas perusahaan multinasional hingga individu yang memulai internet marketing. Tim pakar Biindit terus melakukan komunikasi dan edukasi pada masyarakat mengenai efektifitas promosi melalui media online, terutama melalui jaringan iklan online serta mengembangkan riset teknologi di dunia periklanan online melalui metode - metode yang belum pernah digunakan di Indonesia sebelumnya, namun telah teruji dan terbukti di luar negeri. Jaringan iklan Biindit memungkinkan website,blog, forum maupun media online lainnya milik anda, dikenali dan ditempati iklan - iklan dari manca negara dari seluruh Asia.
Tampilan yang simple dengan bahasa Indonesia yang santun dalam menjual tidak seperti kebanyakan advertiser lain yang pernah saya temukan, dimana cenderung menjejali screen iklan tentang “menggandakan uang” dengan bahasa yang menjanjikan. Selain itu yang menarik adalah harapan yang ditawarkan sistem Biindit akan menyesuaikan content pengiklan yang relevan dengan website, blog, forum atau media online kita. Contohnya, blog anda bertema Tour & Travel, sistem Biindit akan menampilkan iklan yang sesuai seperti tiket pesawat, paket wisata maupun lainnya.
Saya pikir pertimbangan akan kenyamanan pembaca adalah satu harga mutlak untuk menampilkan iklan di dalam blog. Sedangkan estetika dan bahasa tampilan iklan juga menjadi pertimbangan kedua. Mungkin sebagian besar blogger tidak ingin blognya dicap hanya sebagai media mencari keuntungan financial. Terlepas dari hakikat “advertise” dengan pola Pay Per Click (PPC), saya pribadi tidak terlalu berharap banyak dengan penghasilan yang ditawarkan. Tetapi lebih menghargai nilai edukasi dan publikasi yang disampaikan
Blog merepresentasikan karakter dan aktualisasi diri kita, jadi akan sangat naif apabila mengharap pembaca menyukai dan mengikuti apabila kita menyajikan pesan-pesan yang agresif melalui iklan komersial di dalam blog kita.
Bagaimana dengan anda ? Sudahkah anda mengoptimalkan Blog anda sebagai media yang tidak sekedar diary tempat curahan hati tetapi juga berpotensi baik dari segi finansial maupun aktualisasi diri anda?
untuk lebih jelasnya anda dapat mengklik di http://www.biindit.com
Selengkapnya...
