Ribuan wisatawan dari berbagai daerah di Sumatera Utara maupun di luar Sumut seperti Aceh dan Pekanbaru Riau datang ke lokasi wisata Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo Kabupaten Dairi selama liburan sepanjang dua pekan yang berakhir Minggu (12/7). Puncak kepadatan pengunjung terjadi akhir pekan kemarin.
Wisata Alam Danau Toba: TAMAN WISATA IMAN DIPADATI OLEH PENGUNJUNG DI MASA LIBURAN
Selengkapnya...
. >>>
23 Juli 2009
Wisata Alam Danau Toba: TAMAN WISATA IMAN DIPADATI OLEH PENGUNJUNG DI MASA LIBURAN
19 Juli 2009
Self Medicine Penyakit Maag

Tadi pagi jam 4-an perutku terasa sangat sakit. Enggak Tau kenapa menyiksa banget. Ini sudah ketiga kalinya seminggu terakhir. Udah serangannya pagi hari pula, mau bagaimana mencari dokter atau klinik ?. Aku berpikir untuk Self Medicine saja dengan meminum segelas air putih yang hangat dan mengisi perut dengan makan sedikit nasi putih. Setelah itu aku googling mencari tahu kira-kira apa yang terjadi dengan diriku. Setelah setengah jam perlahan-lahan aku merasa baikan. Aku menemukan artikel ini. Aku simpulkan sementara kalau aku terkena sakit Maag.
Maka sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatanku kepada pengarang aku posting ulang artikel ini;
Solusi Penyakit Maag Tanpa Mengobati
Kebanyakan orang sudah kenal dengan penyakit maag. Sehingga terkadang juga bisa mengantisipasinya bila terserang gejala penyakit ini. Dalam istilah kedokteran, penyakit maag disebut gastritis atau peradangan lambung. Untuk gejala yang lebih ringan sering disebut dengan dyspepsia.
Daerah Lambung yang Terkena
Gastritis terjadi pada organ lambung. Organ ini terletak di sebelah kiri rongga dada dengan posisi miring ke bawah, menjorok ke kanan mendekati ulu hati. Kadang-kadang orang yang terkena sakit ini akan menunjuk atau memegang perut sebelah kiri atau ulu hati, tepat dibawah tulang dada.
Di lokasi lambung inilah proses pencernaan makanan terjadi. Untuk selanjutnya diteruskan ke usus di bawahnya. Dalam proses pencernaan tersebut dikeluarkan beberapa cairan asam lambung untuk membantu proses penghancuran makanan.
Asam Lambung Berlebihan
Terjadinya gastritis atau peradangan lambung, pada awalnya karena asam lambung yang berlebihan. Asam lambung yang semula membantu lambung malah merugikan lambung. Asam lambung akan merusak dinding lambung itu sendiri, karena sifat asam yang korosif (mengikis). Faktor yang memicu produksi asam lambung berlebihan, diantaranya beberapa zat kimia, seperti alcohol, umumnya obat penahan nyeri, asam cuka. Juga beberapa makanan dan minuman yang bersifat asam,, makanan dengan bumbu yang bersifat asam dan sebagainya. Makanan yang pedas serta bumbu yang merangsang, semisal jahe, merica, juga akan memicu produksi asam lambung.
Faktor psikis atau kejiwaan seseorang bisa pula meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu penyakit maag juga bisa disebabkan insfeksi bakteri tertentu, misalnya helicobacter pylori yang merupakan bakteri normal dalam lambung, yang dalam kondisi tertentu bisa menjadi abnormal. Yang akhirnya merangsang asam lambung. Gastritis juga bisa disebabkan alergi terhadap makanan tertentu, misalnya ikan, coklat dan lain-lain.
Keluhan dan Gejala
Pada awalnya, seseorang yang terserang penyakit ini mengabaikannya saja, yaitu rasa perih dan kembung di ulu hati. Kemudian berlanjut dengan mual dan disertai muntah. Pada saat ini, penderita baru menyadari sakitnya. Keadaan ini berlanjut dengan berkurangnya nafsu makan. Bila hal ini terus dibiarkan, akan berakibat semakin parah dan akhirnya asam lambung akan membuat luka-luka (ulkus) yang dikenal dengan tukak lambung. Muntah pun bisa disertai darah. Keadaaan gastritis akut (mendadak) juga bisa terjadi pada anak-anak yang menelan zat-zat kimia korosif, misalnya asam dan basa kuat. Pada umumnya zat ini terdapat pada cairan kebersihan rumahtangga maupun pestisida. Kerusakan akibat zat ini tidak hanya di lambung, tetapi juga di bibir, rongga mulut dan tenggorokan.
Bagaimana Solusinya?
Bila penyakit maag ini sudah disadari oleh penderitanya, sebenarnya sangat mudah mengatasinya. Artinya, tidak dibiarkan berlanjut terus sehingga menjadi tukak lambung. Prinsip penanganannya adalah diet atau pengaturan makan. Jangan biarkan perut lama dalam keadaan kosong. Keadaan kosong ini dapat mengakibatkan asam lambung yang sudah diproduksi tidak mempunyai bahan untuk dicerna tau digilas, dan pada akhirnya dinding lambung sendiri yang menjadi sasarannya.
Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman pedas dan asam. Hindari makanan berlemak, karena lemak memang sulit dicerna oleh lambung. Selain itu, tektur makanan sebaiknya lembut (lunak).
Sering-seringlah minum air putih, karena bisa mengurangi sifat asam dari makanan atau minuman tersebut. Kurangi mengkonsumsi minuman teh, kopi atau soft drink. Porsi makanan sebaiknya tidak terlalu banyak, tetapisedikit dengan frekuensi sering.
Bila harus mengkonsumsi obat-obatan penahan nyeri (analgetik), maka sebaiknya diminum setelah makan dan tidak dalam keadaan kosong.
Bila disiplin dalam mengatur makanan ini, Insya Allah penyakit maag bisa membaik tanpa diobati. Seandainya perut masih melilit dan mual terus menerus, maka obat-obatan untul menetralkan asam lambung sangat membantu meringankan penderitaan. Misalnya, obat-obatan antasida. Bila dengan obat ini belum bisa teratasi, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Kadang kala diperlukan obat penenang untuk mengobatinya.
Waspada Bagi Wanita Hamil Muda.
Wanita saat hamil muda yang sebelumnya mempunyai riwayat penyakit maag, sangat beresiko kambuh, apalagi saat mengidam.
Saat mengidam, terkadang ibu hamil muda tidak berselera makan, mual dan muntah (emesis gravidarium) akibat pengaruh hormone chorionic gonadotropin. Karena perut sering dalam keadaan kosong, maka sakit tidak bisa dihindari. Begitupun sebaliknya, penyakit maag yang diderita sebelumnya bisa memperburuk masa mengidam wanita hamil, yaitu mual muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum). Oleh karena itu, hindari lebih dahulu makanan yang merangsang lambung. Selain itu, tablet penambah darah sementara jangan dikonsumsi dulu, mengingat obat ini juga mengiritasi lambung.
Pencegahan
Sangat mudahmenghindari penyakit maag. Yaitu tidak makan dan minum yang pedas maupun asam secara berlebihan, pola makanseimbang (tidak berlebihan lemaknya), dan teratur. Hindari berlebihan minum kopi, the, soft drink. Lebih aman dengan sering minum air putih.
Namun demikian, seorang bisa terserang penyakit maag karena pengaruh ras, keturunan dan kebiasaan makannya. Mungkin saja orang dengan ras tertentu sudah terbiasa dengan makanan yang merangsang, tetapi tidak ada keluhan lambung, misalnya suku Minang.
Bagi yang sudah menderita penyakit maag berat, jika harus memakan makanan yang dikelola secara missal (bersama) -misalnya dalam asrama, instansi hendaklah memperhatikan syarat makanan, seperti harus mudah dicerna, porsi makanan sedikit-sedikit tetapi sering, tidak merangsang lambung (missal pedas, asam, tektur keras), dapat mengeluarkan cairan lambung dan dapat menetralkan kelebihan asam lambung.
Satu hal yang juga perlu diperhatikan, bahwa ketenangan jiwa seseorang bisa mengurangi resiko sakit maag. Jadi, hadapilah kegiatan sehari-hari dengan tenang dan berserah diri kepada Tuhan. Dan pasti, tidak hanya penyakit maag, penyakit lain pun bisa terhindar dari tubuh kita.
Sumber : Majalah Assunnah Edisi 06/tahun X/1427H/2006M, hal 13-14.
Selengkapnya...
17 Juli 2009
Menduga Pesan Pelaku BOM Mega Kuningan
... "Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membeberkan salah satu temuan intelijen yang diterjemahkannya sebagai ancaman kepada dirinya. Temuan tersebut berupa beberapa lembar foto yang menggambarkan dua orang bertutup kepala hitam, tengah melakukan latihan menembak dengan menggunakan gambar Presiden sebagai target.
Foto-foto tersebut dipamerkan Presiden dalam konferensi pers di kantornya di kompleks Istana Jakarta, Jumat (17/7) siang, terkait dengan ledakan yang terjadi di kawasan Mega Kuningan pagi tadi"...dst. dikutip dari KOMPAS.COM JUMAT, 17 JULI 2009 |14:32 WIB
Saya pikir, terlalu dini bagi seorang kepala negara untuk membeberkan hasil temuan intelijen seperti itu untuk kemudian mengeluarkan statemen. Apalagi mengaitkannya dengan Pilpres yang telah berlalu. Hal ini merupakan sebuah keblunderan politik yang tentunya akan mengundang reaksi dari pihak yang merasa dirugikan dengan statemen tersebut.
Bukankah masih banyak teori dan kemungkinan motif dibalik aksi yang tentunya sudah direncanakan secara terorganisir dan butuh waktu berbulan-bulan. Misalnya motif perang ekonomi antar negara sesama jiran dalam merebut kepercayaan dunia dalam bisnis pariwisata. Motif agama misalnya, ataupun motif separatis. Dan kalau kita mencoba menduga pesan yang mau disampaikan oleh pelaku mengapa harus mengambil momen pasca pemilu dan disaat hingar-bingar kunjungan salah satu klub sepakbola tersohor di dunia?
Yang pasti kita boleh saja menduga bermacam-macam. Tetapi tidak perlu membeberkannya secara dini. Untuk kebaikan bersama.[*]
Selengkapnya...
15 Juli 2009
Sifat ke-AKU-an dalam masyarakat kita
Senin pagi aku berangkat kota kelahiranku di Sidikalang untuk menghadiri undangan pernikahan seorang teman lama. Sore harinya aku pulang kembali ke kota Medan.
Untuk perjalanan yang menempuh waktu 4 jam tersebut sengaja aku memilih menumpang angkutan CV. PAS Transport setelah pada perjalanan paginya menumpangi PO. DATRA. Aku berpikir angkutan PAS yang kata orang dengan armadanya lebih baru memberikan pelayanan dan kenyamanan lebih. Tetapi dalam perjalan pulang itu aku melihat bahwa semua angkutan antar kota L-300 Medan-Sidikalang itu sama saja. Pengemudi selalu mengebut dan menyetir dengan semaunya seolah tidak peduli dengan keadaan jalan terutama di sepanjang Lae-Pondom (perbatasan DAIRI-KARO) yang berlobang-lobang membuat pinggang serasa mau patah.
Aku berfikir apabila semua supir begini maka umur kenderaan baru tersebut tidak akan panjang sehingga hanya menjadi beban kepada pemilik/toke. Sepanjang perjalanan beberapa kali serasa jantung hampir copot oleh karena kenderaan yang kami tumpangi nyaris tabrakan ”laga Kambing” dengan kenderaan lain. Salah satu kebiasaan buruk supir trayek Medan-Sidikalang adalah hobbi membunyikan klakson, baik ketika berpapasan dengan teman ataupun ketika bermaksud menyalip kenderaan lain. Sang supir selalu berupaya melampaui kenderaan lain dengan membunyikan klakson, seolah hanya dia sendiri yang berada dalam angkutan itu dan hanya dia sendiri yang perlu didahulukan. Kebiasaan lain adalah membunyikan musik dengan subwoofer dan suara bass yang mendengung mengeluarkan suara keras memekakkan telinga. Bisakah anda membayangankan bagaimana rasanya di ruangan bising dengan musik yang tidak anda sukai.
Bukan hanya pengemudi, beberapa penumpang juga kerap berbuat semaunya. Selama perjalanan aroma durian dan kotoran ayam bercampur dalam kenderaan tersebut. Setelah aku ingat-ingat ternyata benar sebelum berangkat ada sepasang orangtua yang menenteng 2 buah durian. Tetapi soal ayam aku tidak mengira telah ada penumpang lain yang menyusupkan ke bagasi sebelum semua penumpang naik ke dalam kenderaan. Apabila tahu sebelumnya, maka aku akan memilih untuk tidak menaiki kenderan tersebut. Pada kesempatan lain beberapa penumpang menghisap dan mengepulkan rokoknya. Jadi kini sudah bercampur 3 aroma yang menyengat dalam ruangan itu. Aku mengira aku sudah fly dan pingsan beberapa kali ketika tersadar dari kantuk aku. Tetapi kemudian aku memutuskan untuk menutup mata kembali karena ulah sepasang muda-mudi yang duduk disamping aku. Berpelukan, ketawa-ketiwi, colek mencolek, bahkan pada satu lirikan, pernah mata aku menangkap mereka sedang ”kissing” dengan ganasnya. Makjang.. tidak bisakah mereka menunda yang begituan di tempat lain? atau aku yang bersalah sudah membuka mataku?
Pukul 22.15 kenderaan yang kutumpangi memasuki perbatasan kota Medan hatiku bersorak gembira. Aku masih hidup !
Setelah melihat ada angkutan kota aku langsung bilang, ” Minggir, bang Supir”.
Aku turun dan berjalan kaki sejauh 500 meter, bukannya “sok jago” tetapi ini adalah upayaku untuk melatih engsel kaki dan merelaksasi ”pantat” yang sudah kebas dipaksa duduk 4 jam lamanya. Disebuah warung nasi aku makan malam dan beristirahat menikmati ke-aku-an dan kebebasanku. Pukul 23.00 aku menyetop angkot dan pulang ke rumah menemui keluargaku tercinta. [*]
Selengkapnya...
